Pemkot Pangkalpinang Siap Gelar Festival Pasir Padi ke-7, Target Datangkan 3.000 Wisatawan
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 5 Jun 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Siap Gelar Festival Pasir Padi ke-7, Target Datangkan 3.000 Wisatawan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama seluruh pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan menjelang gelaran Festival Pasir Padi ke-7 yang akan berlangsung pada 19–21 Juni mendatang. Pemerintah daerah membidik lonjakan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui agenda tahunan ini.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto, menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama untuk menyukseskan festival tersebut. Ia optimistis gelaran tahun ini akan jauh lebih sukses dan mampu memberikan dampak berantai bagi perekonomian daerah.
“Dalam rakor ini kami Pemerintah kota Pangkalpinang dan stakeholder membahas apa yang kita butuhkan untuk persiapan Festival Pasir Padi yang ke-7 dari tanggal 19 sampai tanggal 21 Juni. Dari festival ini kami berharap lebih meriah lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Budiyanto kepada wartawan usai memimpin rakor persiapan event tersebut di Sentra Ruang Cerdas (SRC) Gedung Tudung Saji, Jumat (5/6/2026).
Budiyanto menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan diproyeksikan akan langsung menggairahkan sektor akomodasi di Pangkalpinang. Di mana, kata dia, dari perputaran ekonomi ini diharapkan mampu menyumbang pendapatan yang signifikan bagi daerah.
“Kami berharap dari festival ini wisatawan terus berdatangan ke Kota Pangkalpinang lebih ramai lagi. Terus hotel-hotel kita ke depannya lebih ramai lagi yang nginapnya. Jadi tujuan akhirnya adalah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita,” lanjutnya.

Suasana rakor (Foto: Hery_DoorstopID).
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menjelaskan bahwa Festival Pasir Padi ke-7 kini telah naik kelas menjadi calender of event berskala nasional. Mengingat waktu persiapan yang relatif singkat, ia mengajak jurnalis dan media massa untuk masif membantu publikasi.
“Festival Pasir Padi ke-7 ini sebenarnya event kita yang berskala nasional. Di sini pun rekan-rekan dari wartawan juga hadir. Mohon nanti juga untuk bersounding, menginformasikan bahwa kita di Pangkalpinang ini ada acara, yaitu Festival Pasir Padi ke-7,” kata Yan.
Dinas Pariwisata sendiri mematok target kunjungan sebanyak tiga ribu wisatawan selama pelaksanaan acara. Kehadiran ribuan wisatawan ini diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) dan sektor informal.
“Kami harapkan juga nanti kerjasama dari rekan-rekan, bisa juga mempromosikan. Karena target jumlah wisatawan yang hadir dalam acara itu sekitar 3.000 orang. Sehingga nanti diharapkan juga dari geliat ekonomi, terutama UMKM, Ekraf juga hadir di situ. Jadi ada geliat ekonomi selama 3 hari,” papar Yan.
Festival Pasir Padi ke-7 menjanjikan rangkaian acara yang padat sejak pagi hingga malam hari. Berbagai atraksi menarik seperti perlombaan barongsai hingga festival layang-layang siap menghibur pengunjung. Namun, Yan menegaskan bahwa tradisi perayaan Pek Cun tetap menjadi magnet dan identitas utama dari festival ini.

Pemaparan proposal Festival Pasir Padi ke-7 (Foto: Hery_DoorstopID).
“Banyak sekali (yang diperlombakan). Mulai dari barongsai kami siapkan, nanti ada paparannya di situ. Karena dalam 3 hari itu dari pagi sampai jam 9 malam itu banyak sekali acaranya, tapi yang utama itu adalah Pek Cun itu yang utama,” ungkap Yan.
“Karena sebenarnya ini yang kita harapkan akan kita sounding-kan ke nasional itu kaitan dengan Pek Cun-nya. Yang hal-hal yang lainnya itu adalah kegiatan-kegiatan dan sifatnya dukungan terhadap Pek Cun ini,” lanjutnya.
Mengenai tradisi mendirikan telur yang biasa memecahkan rekor MURI, Yan menyatakan pihak panitia tahun ini akan mengedepankan aspek estetika dan kreasi baru, bukan sekadar mengejar kuantitas. Sementara untuk festival lampion, panitia masih menunggu kejelasan izin.
“Target telur kami akan koordinasi, yang pasti kami memiliki tema yang baru, bukan hanya jumlah telur, tapi juga dengan formasi terbaik. Untuk rekor MURI seperti apa, kami akan bahas kembali. Untuk lampion di hold dulu seperti apa karena kan kita harus mendapat izin dulu. Yang pasti (ada) layang-layang,” tambahnya.
Tahun ini, Festival Pasir Padi mengusung tema Harmoni Pesisir Bangka (wave of togetherness). Selain ritual Pek Cun, nilai tambah yang membedakan festival tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran beberapa suguhan baru yang melibatkan kolaborasi seni budaya lokal.
“Tema yang kita angkat itu adalah sebenarnya harmoni pesisir Bangka atau wave of togetherness. Nilai unggul yang kita angkat pertama memang Pek Cun. Ada juga beberapa event yang baru, terutama terkait dengan Tari Kolosal untuk Bacang. Terutama sebenarnya yang paling kita utamakan itu Pek Cun-nya karena ruhnya itu,” pungkas Yan.
- Penulis: admin


