Pj Wali Kota Pangkalpinang Ungkap Strategi Atasi Defisit Anggaran Rp8 Miliar
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 22 Apr 2025
- visibility 81
- comment 0 komentar

Pj Wali Kota Pangkalpinang Ungkap Strategi Atasi Defisit Anggaran Rp8 Miliar
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa defisit anggaran sebesar Rp8 miliar.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Unu Ibnudin, mengungkapkan kondisi tersebut saat berbincang dengan wartawan usai acara coffee morning di ruang Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (22/4/2025).
“Jadi hari ini kita menyampaikan hasil dari pengolahan data keuangan untuk antisipasi seluruh kebutuhan prioritas dan antisipasi dalam rangka defisit anggaran,” ujarnya.
“Tetapi dari kondisi yang ada, setelah dimaksimalkan kita mencari sumber anggaran baik dari pendapatan maupun dari pengurangan kegiatan, ternyata masih minus Rp8 miliar. Itu menjadi PR bagaimana menutupinya,” sambung Unu.
Dalam upaya menutup defisit tersebut, Unu mengaku tengah berjuang untuk mendapatkan dana hibah dari pemerintah provinsi maupun pusat. Ia menargetkan tambahan dana minimal sebesar Rp10 miliar agar kondisi fiskal kota kembali stabil.
“Jadi kami sampaikan kepada teman-teman OPD, saya lagi berjuang mendapatkan hibah baik dari provinsi atau dari pusat, ya minimal Rp10 miliar. Itu pun kami bisa jadi tidak ada kekurangan, bahkan mungkin dari defisit tinggal Rp2 miliar, kalau itu sampai berhasil,” jelasnya.
Unu juga meminta seluruh kepala dinas dan perangkat daerah mendukung upaya tersebut. Menurutnya, segala kemungkinan perlu dicoba agar beban defisit bisa diatasi bersama.
“Tadi sudah saya sampaikan kepada seluruh kepala dinas, OPD terkait, dan Bakuda untuk membantu mendoakan, khususnya dari upaya saya atau kami untuk mendapatkan dari pusat atau provinsi,” imbuhnya.
Tak hanya menggantungkan harapan pada hibah eksternal, Unu juga melihat potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai alternatif solusi.
Di mana, kata Unu, Badan Keuangan Daerah (Bakuda) telah menyampaikan adanya peluang penerimaan tambahan melalui inovasi dan kreativitas pengelolaan PAD.
“Bakuda tadi menyampaikan ada potensi-potensi untuk mencapai penerimaan dari PAD. Itu sebagai dua solusi untuk menutupi defisit anggaran kita,” tuturnya.
“Bisa dari penerimaan dengan inovasi dan kreasi agar penerimaan bisa mencapai target yang diharapkan, atau dengan tadi kami meminta bantuan penerimaan di pusat,” pungkas Unu.
- Penulis: admin


