Ratusan Massa Gelar Aksi Damai di DPRD Babel, Minta Lindungi Penambang Kecil
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 10 Sep 2025
- visibility 84
- comment 0 komentar

Ratusan Massa Gelar Aksi Damai di DPRD Babel, Minta Lindungi Penambang Kecil
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ratusan massa dari Bangka Tengah dan Bangka Selatan berkumpul bersama menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu siang (10/9/2025). Mereka menuntut pemerintah melindungi penambang kecil yang terdampak kebijakan penertiban tambang timah.
Salah satu orator aksi, Rosidi, menegaskan bahwa massa hadir tanpa niat melakukan tindakan anarkis. “Kami datang untuk aksi damai, tidak untuk anarkis. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat yang ada di gedung DPRD ini,” ujarnya.
Rosidi menjelaskan, masyarakat penambang sudah 12 hari tidak bekerja akibat isu razia Satgas Timah. Kondisi tersebut membuat perekonomian warga lumpuh.
“Sudah 12 hari mereka tidak bekerja, ekonomi langsung kolaps. Masyarakat hanya butuh untuk makan, tidak lebih dari itu,” tegasnya.
Ia menekankan agar aparat penegak hukum tidak hanya menindak penambang kecil. “Jangan hanya rakyat kecil yang jadi tumbal, yang ditangkap karena bekerja secara ilegal. Mereka bekerja ilegal karena IUP milik perusahaan tidak boleh ditambang, sedangkan mereka butuh makan. Rakyat kecil hanya butuh untuk makan saja,” serunya.
Dalam orasinya, Rosidi juga meminta Ketua dan anggota DPRD Babel menemui mereka. Ia menyinggung peran tujuh legislator asal Babel di Senayan yang dinilai belum maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tolong sampaikan juga kepada 7 orang legislator kita yang ada di pusat, respon dan terima aspirasi masyarakat dari Bangka Belitung,” teriaknya penuh semangat.
Massa juga menuntut PT Timah Tbk membuka akses bagi penambang rakyat untuk bekerja di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan.
“Kalau rakyat kami tidak boleh menambang timah secara ilegal, tolong biarkan kami menambang di wilayah IUP PT Timah, terima kami sebagai mitra,” kata Rosidi.
Ia menambahkan, masyarakat yang hadir bahkan membawa keluarga untuk menyampaikan langsung suara mereka.
“Tolong Bapak Ibu yang terhormat keluar temui kami, tolong dengarkan suara dan aspirasi kami,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, di hadapan massa Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, mengatakan tuntutan tersebut juga sempat disampaikan pada aksi sebelumnya.
“Bapak Ibu semuanya, aspirasi yang disampaikan hari ini juga sudah pernah disampaikan hari Senin lalu. Enggak jauh beda,” jelasnya.
Ia kemudian mempersilakan massa masuk ke Gedung DPRD untuk berdialog. Namun, karena jumlah peserta cukup banyak, massa diarahkan ke Ruang Rapat Paripurna.
“Kalau mau masuk, silakan, ini memang rumah wakil rakyat. Tapi tolong duduk yang tertib. Ruang kita terbatas dan tidak terlalu luas, jadi tolong atur tempat duduk masing-masing,” imbaunya.
- Penulis: admin


