Satgaswil Babel Densus 88 Bentengi Ratusan Siswa SMAN 3 Pangkalpinang dari Bahaya Radikalisme dan Bullying
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 21 Okt 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

Satgaswil Babel Densus 88 Bentengi Ratusan Siswa SMAN 3 Pangkalpinang dari Bahaya Radikalisme dan Bullying
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan bagi 250 siswa SMAN 3 Pangkalpinang, Rabu (21/10/2026), guna membentengi generasi muda dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), sekaligus mempertajam literasi digital para pelajar.
Menggandeng Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pangkalpinang, serta Polda Kepulauan Bangka Belitung, Densus 88 ingin menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap bahaya laten di dunia nyata maupun maya.
Mengusung tema “Perkuat Wawasan Kebangsaan, Tangkal Paham IRET, Lindungi Generasi Muda dari Kekerasan di Dunia Digital“, tim sosialisasi mengupas tuntas materi mulai dari pengenalan paham IRET, penguatan nilai Pancasila, toleransi, hingga cara mendeteksi propaganda di media sosial. Para siswa juga mencermati modus baru perekrutan kelompok ekstrem yang kini menyasar ruang percakapan digital dan gim daring.
Katim Pencegahan Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 Antiteror Polri, IPDA Hariyadi, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah preventif demi memperkokoh pertahanan diri generasi muda.
“Wawasan kebangsaan dan literasi digital menjadi bekal penting bagi pelajar agar mampu menyaring informasi, mengenali propaganda, serta menolak ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan,” ujar IPDA Hariyadi.
Ia berharap, lewat pemahaman yang matang, para siswa SMAN 3 Pangkalpinang tidak mudah goyah oleh narasi-narasi yang merongrong Pancasila dan persatuan bangsa.
Selain itu, forum tersebut menyoroti kerentanan anak dan remaja terhadap proses radikalisasi di dunia maya. Densus 88 mengingatkan bahwa perempuan dan anak-anak kerap menjadi sasaran empuk eksploitasi dan pelibatan aksi terorisme. Kondisi ini menuntut kewaspadaan kolektif dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.
Tak hanya soal radikalisme, para siswa juga mendapat edukasi seputar perundungan atau bullying beserta dampak buruknya bagi psikologis korban. Pemateri mengajak pelajar untuk menyetop segala bentuk perundungan, tidak menyebarkan konten yang mempermalukan orang lain, serta berani melapor ke guru jika melihat kekerasan di sekolah.
Aspek hukum digital turut diperkenalkan melalui ulasan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini memandu para siswa agar lebih aman saat berselancar dan beraktivitas di ruang digital.
Di kesempatan itu, Tim Pencegahan Satgaswil Densus 88 Babel meluncurkan kanal edukasi digital lewat akun Instagram resmi @babelprevention. Akun ini diproyeksikan menjadi wadah diskusi interaktif bagi anak muda mengenai isu kebangsaan dan keamanan siber.
Melalui gerakan ini, Densus 88 Antiteror Polri optimistis sinergi antara aparat, pemerintah, sekolah, dan orang tua dapat melahirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter kebangsaan.
- Penulis: admin


