Sensus Ekonomi 2026 di Pangkalpinang Capai 29 Persen, Sektor Perdagangan Mendominasi
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 2 Jul 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri (kiri), saat melakukan pengawasan di lapangan. Foto: istimewa.
Hasil pendataan selama dua minggu pertama menunjukkan sektor perdagangan dan industri pengolahan masih mendominasi.
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat progres lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) telah menyentuh angka 29 persen dari target daftar awal (prelist). Hasil pendataan selama dua minggu pertama menunjukkan sektor perdagangan dan indusgtri pengolahan masih mendominasi aktivitas ekonomi di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Di sisi lain, adopsi ekonomi digital pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat terpantau masih sangat minim. Sensus yang membawa fokus baru pada digitalisasi dan ekonomi lingkungan ini belum merekam banyak pergeseran ke arah ekosistem digital.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, memastikan seluruh rangkaian proses pemutakhiran data di lapangan sejauh ini berjalan dengan lancar.
“Untuk kegiatan SE20206 alhamdulillah berjalan lancar hingga saat ini sudah mencapai 29 persen dari daftar prelist yang ada. Setelah 2 minggu jalan, kegiatan ekonomi yabg banyak tercatat di perdagangan dan industri pengolahan, sementara sektor digital belum banyak,” ujar Dewi saat dikonfirmasi doorstop.id, pada Kamis (2/7/2026).
Meskipun begitu, Dewi tidak menampik adanya tantangan operasional yang dihadapi oleh tim di lapangan. Kendala utama petugas saat ini umumnya bertumpu pada faktor keberadaan responden di lokasi pendataan. Di mana, petugas sensus seringkali belum bisa bertemu dengan pihak keluarga yang sedang tidak ada di rumah, atau pemilik usaha yang tidak berada di tempat kerja mereka.
Kondisi tersebut, kata dia, mengharuskan para petugas sensus melakukan kunjungan ulang secara berkala atau membuat janji temu terlebih dahulu agar bisa mewawancarai responden secara langsung. Namun, pihaknya memastikan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar semua target usaha dapat terdata sepenuhnya selama periode pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung sampai dengan 31 Agustus 2026 mendatang.
“Kendala petugas saat ini umumnya karena belum bisa bertemu dengan keluarga yang tidak di rumah atau pemilik usaha yang tidak di tempat, jdi butuh kunjungan ulang atau janjian kapan bisa ditemui. Kita upayakan agar bisa terdata selama periode pendataan sampai 31 Agustus 2026,” tukasnya.
- Penulis: admin


