Sistem Nomor Antrian di SPBU Aspol Sangat Membantu
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 10 Mar 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar

Pemberitaan Terkait Permasalahan Sistem Antrian Tak Sesuai dengan Kondisi di Lapangan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penerapan sistem nomor antrian di SPBU 24.331.135 Aspol dinilai memberikan dampak positif bagi para sopir yang hendak mengisi BBM jenis solar.
Sejumlah sopir mengaku kebijakan tersebut membuat proses antrean menjadi lebih tertib dan mengurangi kekhawatiran tidak kebagian BBM subsidi.
Santana, salah satu sopir truk yang mengantre di SPBU tersebut, mengatakan sistem nomor antrian sangat membantu para sopir yang setiap hari membutuhkan solar untuk operasional kendaraan.
“Selain wajib memiliki QR Code, adanya nomor antrian di SPBU Aspol sangat membantu kami para sopir. Apalagi saya setiap hari membawa angkutan sembako,” kata Santana saat ditemui wartawan, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemberitaan yang menyebut adanya persoalan terkait sistem antrian tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Dengan nomor antrian, proses pengisian BBM jadi lebih teratur. Kami juga bekerja lebih tenang karena tidak takut tidak kebagian solar, selama QR Code kendaraan sesuai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Sopir Sungaiselan (IKSS), Feter. Ia menilai sistem nomor antrian justru membantu para sopir dalam mengatur waktu saat menunggu giliran pengisian BBM.
“Nomor antrian itu kebijakan dari SPBU dan sangat membantu kami para sopir,” kata Feter.
Ia menjelaskan, sebelum adanya sistem tersebut para sopir harus mengantre sejak dini hari agar tidak kehabisan BBM.
“Dulu kami antre dari subuh karena takut tidak kebagian solar. Sekarang dengan nomor antrian kami bisa istirahat lebih tenang,” ujarnya.
Sementara itu, DD salah satu petugas marshal SPBU Aspol mengatakan sistem nomor antrian juga mempermudah petugas dalam mengatur kendaraan yang akan mengisi BBM.
“Dengan nomor antrian kami bisa lebih fokus bekerja, karena tahu kendaraan mana yang lebih dulu masuk dan mana yang masih harus menunggu antrean. Antrean jadi rapi dan tidak ada lagi saling serobot,” kata DD.
Sebelumnya, pengawas SPBU 24.331.135 Aspol, Andi Sudrajad, juga membantah pemberitaan yang menyebut pihaknya mengusir konsumen yang hendak mengisi BBM solar karena tidak memiliki kupon antrean.
Menurut Andi, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kami tidak pernah mengusir konsumen, apalagi yang memiliki QR Code sebagai syarat utama pengisian BBM subsidi,” ujarnya.
Ia menegaskan sistem nomor antrian merupakan kebijakan internal SPBU untuk mengatur kendaraan yang hendak mengisi BBM agar tidak terjadi penumpukan.
“Nomor antrian itu bukan kupon seperti yang diberitakan. Itu hanya sistem pengaturan antrean kendaraan agar lebih tertib, khususnya untuk pengisian solar,” kata Andi. (*)
- Penulis: admin


