Soal Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Beltim, Dewan Pers dan PWI Babel Kompak Desak Polisi Buru Pelaku
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 17 Jul 2025
- visibility 178
- comment 0 komentar

Soal Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Beltim, Dewan Pers dan PWI Babel Kompak Desak Polisi Buru Pelaku
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Tiga wartawan media daring asal Belitung Timur (Beltim), yakni Lendra Agus Setiawan (Kacak), Herlambang dan Jasman, diduga mengalami pengeroyokan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Peristiwa tersebut terjadi di proyek tambak udang Vaname, kawasan Tanjung Batu Burok, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Beltim, pada Kamis (17/7/2025).
Terkait kasus ini, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, meminta pihak kepolisian segera mengejar pelaku pengeroyokan. Ia juga menyesalkan terjadinya tindak kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan peliputan.
“Itu tidak boleh terjadi,” kata Komaruddin kepada media ini.
Jika benar terjadi pengeroyokan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, kata Komaruddin, maka pelaku harus dikejar dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Sebagai pengayom rakyat, polisi mesti bisa mengejar pelakunya dan memproses secara fair dan transparan sesuai undang-undang,” tegasnya.
Senada dengan Komaruddin, Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman (Boy), mendesak Polres Beltim untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Menurut Boy, peristiwa tersebut merupakan bentuk penghalangan terhadap tugas jurnalistik dan juga merupakan ancaman terhadap kemerdekaan pers.
Sebab, lanjut Boy, kemerdekaan pers menjamin dan melindungi hak asasi warga negara—dalam hal ini wartawan—untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dalam bentuk berita.
“Saat itu, Lendra Agus Setiawan yang merupakan anggota kami (PWI Babel-red) sedang melaksanakan tugas jurnalistik,” terang Boy
“Namun dia dan dua rekannya justru diduga dikeroyok. Ini sudah masuk ranah tindak pidana, karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas Boy.
Kronologi Kejadian
Lendra Agus Setiawan (Kacak), yang juga merupakan anggota PWI Babel, menceritakan kronologi dugaan pengeroyokan yang menimpa dirinya bersama dua rekannya.
Kacak mengungkapkan, saat itu mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik di proyek tambak udang Vaname, kawasan Tanjung Batu Burok, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Beltim.
“Kami menerima panggilan telepon dari Kepala UPT KPHP Gunung Durin, Cahyono, yang meminta kami untuk menemuinya di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur,” kata Kacak.
Pertemuan tersebut, lanjut Kacak, dimaksudkan untuk melakukan klarifikasi terkait pemberitaan yang telah tayang sebelumnya.
“Saya (Lendra Agus Setiawan) bersama dua rekan, Herlambang dan Jasman, berangkat ke Manggar menggunakan mobil sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.
Setibanya di Manggar, kata dia, mereka diarahkan oleh Cahyono untuk bertemu di Kedai Kopi 1001 guna melakukan klarifikasi terkait kawasan hutan lindung yang berada di lokasi Tanjung Batu Burok, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur.
“Setelah wawancara selesai, Cahyono mengajak kami menuju lokasi kejadian pengeroyokan yang berada di kawasan lahan tambak udang,” jelasnya.
Di lokasi pertama, terang Kacak, Cahyono menggunakan ponselnya untuk mengambil titik koordinat. Hasilnya, lanjut Kacak, menunjukkan bahwa lokasi tersebut berada di luar kawasan hutan.
“Kami kemudian berpindah ke titik lain, dan berdasarkan koordinat yang diambil, lokasi itu berada di dalam kawasan hutan. Cahyono mengakui bahwa lokasi tempat kami berdiri merupakan kawasan hutan,” bebernya.
Usai meninjau lokasi, kata Kacak, mereka berjalan kembali menuju mobil yang diparkir sekitar 300 meter dari titik tersebut, namun tanpa diduga, mereka sudah ditunggu oleh sekitar 30 orang.
Di tempat itu, lanjut Kacak, mereka mendapat intimidasi hingga akhirnya dikeroyok secara fisik oleh rombongan tersebut.
Usai kejadian, ketiganya langsung melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Belitung Timur.
Segera Ditindaklanjuti
Terpisah, Kapolres Beltim, AKBP Feri Indra Dalimunthe, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan atas kejadian tersebut.
“Saya cek dulu,” singkat Feri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi.
- Penulis: admin


