Udin Canangkan Gotong Royong Tiap Jumat dan Bangun 7 TPST 3R Kurangi 70 Persen Sampah
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 17 Okt 2025
- visibility 97
- comment 0 komentar

Udin Canangkan Gotong Royong Tiap Jumat dan Bangun 7 TPST 3R Kurangi 70 Persen Sampah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Udin), memulai program 100 hari kerja dengan langkah nyata melalui Gerakan Gotong Royong di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Jumat pagi (18/10/2025).
Udin turun langsung ke lapangan bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna meninjau kebersihan di kawasan sekitar Gedung Tudung Saji, kantor wali kota setempat.
“Program 100 hari ini kita mulai dari kebersihan. Begitu saya masuk, surat pertama yang saya tanda tangani adalah himbauan kebersihan. Semua OPD, kelurahan, dan kecamatan wajib bersih-bersih dari lingkungan masing-masing,” ujar Udin kepada wartawan.
Gotong royong ini akan digelar rutin setiap pekan. Selain menjaga kebersihan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah mempererat kebersamaan ASN dan masyarakat.

“Setiap Jumat kita gotong royong. Ada yang olahraga, ada yang bersih-bersih kantor. Biar badan bugar, hati senang, dan kota kita makin bersih,” katanya.
Tak hanya sebatas aksi gotong royong, Udin juga menyiapkan langkah strategis untuk menuntaskan persoalan sampah dan banjir di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu. Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan dikerahkan untuk membersihkan saluran air, sungai, dan selokan di seluruh penjuru kota.
“Minggu depan PU dan DLH turun ke lapangan. Kita keruk sungai, bersihkan selokan dan jalan. Ini antisipasi musim hujan, tapi intinya kita ingin kota ini bersih dan enak dipandang,” jelasnya.
Selain itu, Udin menegaskan sistem pengangkutan sampah juga akan diperbaiki. Pemkot Pangkalpinang akan menambah armada kebersihan agar pengangkutan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore.
“Kita tambah armada kebersihan. Jadi nanti sampah diangkut pagi dan sore. Kalau bangun tidur lihat sampah, kepala pusing juga kan? Nah, itu yang mau kita hilangkan,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Pangkalpinang juga menyiapkan pembangunan tujuh Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kecamatan. Setiap TPST 3R dirancang mampu mengolah 20 ton sampah per hari, sehingga jika seluruh unit berfungsi optimal, 70 persen timbunan sampah kota dapat ditangani di sana.
“Kita usulkan ke Kementerian PUPR. Setiap TPST 3R kapasitasnya 20 ton per hari. Kalau tujuh unit ini berfungsi, sampah bisa kita selesaikan sampai 70 persen di situ,” terang Udin.

Menariknya, sampah yang dikumpulkan nantinya akan diolah kembali. Sampah plastik akan dijadikan paving block, sedangkan sampah organik akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan pakan maggot.
“Plastik bisa jadi konblok, organik jadi pupuk. Kalau semua jalan, residu cuma 30 persen. Jadi sampah di TPA tak lagi menumpuk,” ungkapnya.
Udin juga menegaskan, kebersihan kota bukan hanya soal estetika, tetapi juga cerminan keseriusan pemerintah dalam menata kota.
“Kebersihan dan pengelolaan sampah ini prioritas utama. Kita ingin Pangkalpinang bersih, bebas banjir, dan masyarakatnya lega,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi dasar utama dalam menjalankan pemerintahan yang baru.
Usai melakukan peninjauan ke sejumlah kantor OPD, Dessy menilai masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki, namun tetap disyukuri sesuai kondisi anggaran saat ini.

“Ada yang perlu diperbaiki, ada yang sudah bagus. Tapi mengingat anggaran, jadi kita terima dulu seperti ini,” ujarnya.
Dessy mengatakan, semangat gotong royong ini merupakan gagasan dari Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, yang sejalan dengan slogan pemerintahan mereka, ‘Gotong Royong dan Pecaye Kite Pacak’ (Percaya Kita Bisa, red).
“Gotong royong itu berasal dari Prof. Udin ya. Karena kan slogan kita Gotong Royong dan pecaye kite pacak. Jadi awal pemerintahan kami dimulai dengan bergotong royong seluruh dinas untuk menyatukan dan membangun kebersamaan di antara ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang,” jelas Dessy.
Dessy juga menegaskan, kegiatan gotong royong ini tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan kota saja, tetapi akan diperluas hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Kami karena baru dua hari bekerja, jadi nanti kami akan sampai ke kelurahan dan kecamatan. Karena budaya kita memang betul-betul gotong royong yang sebenarnya,” tuturnya.
Terkait target Adipura, Dessy optimistis Pangkalpinang bisa meraihnya, meski diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam hal penanganan sampah dan banjir.
“Kita harapkan kita dapat ya. Tapi ini kan harus kerja keras, karena permasalahan di kita tahu sendiri kan sampah dan banjir. Ini yang harus menjadi tantangan kami di depan,” katanya.
Ia menegaskan, kebersihan kota menjadi salah satu fokus utama selama masa pemerintahan mereka lima tahun ke depan.
“Ya, karena termasuk program kami, kebersihan kota,” tutupnya.
- Penulis: admin


