200 Pegawai RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Service Excellent
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar

200 Pegawai RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Service Excellent
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sebanyak 200 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang mengikuti pelatihan intensif (in-house training) peningkatan service excellence dan komunikasi efektif, yang digelar di ruang pertemuan Betason, Jumat (18/9/2026).
Direktur RSUD Depati Hamzah, dr. Thamrin menegaskan bahwa keterlibatan sepertiga dari total staf rumah sakit pada gelombang pertama ini menjadi langkah awal manajemen untuk membangun budaya kerja yang profesional, responsif, serta mengutamakan keselamatan pasien.
“Jadi rumah sakit ingin membangun budaya yang profesional, responsif, dan berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. Langkah salah satunya melalui in-house training service excellence ini,” kata dr. Thamrin.
Ratusan peserta tenaga kesehatan (nakes) maupun non-nakes dari berbagai unit kerja tersebut akan menerima pembekalan materi secara bertahap. Pihak manajemen memastikan program peningkatan kapasitas pegawai ini akan terus berjalan secara berkelanjutan hingga menyasar seluruh staf.
“Alhamdulillah ini kami ikutkan di sini 200 orang. Sepertiga ini, dan insyaallah nanti akan berkelanjutan. Jadi, kami ingin bangun budaya tadi,” tuturnya.
Pelatihan ini sendiri berhasil terlaksana berkat kerja sama sinergis antara manajemen RSUD Depati Hamzah dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kolaborasi tersebut menjadi solusi untuk mendatangkan narasumber ahli di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pihak rumah sakit.
Dalam kesempatan ini, manajemen menghadirkan narasumber ahli yakni Ns. Laurentina Nona Eda, S.Kep., M.Kep. Ia merupakan seorang trainer nasional sekaligus pakar keperawatan yang memiliki peran penting dalam penyusunan kurikulum pelatihan manajemen perioperatif kamar bedah di Indonesia.
dr. Thamrin menaruh harapan besar agar seluruh staf yang menjadi peserta dapat menyerap ilmu dari pakar nasional tersebut dengan maksimal, lalu langsung menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari.
“Harapannya mereka dapat sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, sehingga memperoleh wawasan dan keterampilan selama mengikuti pelatihan ini, dan yang paling penting itu dapat diterapkan dalam tugas keseharian mereka,” pungkasnya.
- Penulis: admin


