Universe, Band Asal Pangkalpinang yang Konsisten Usung Konsep Tribute to Peterpan/NOAH
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Tribute Bukan Berarti Ingin Meniru, Tapi Bentuk Penghormatan dan Apresiasi Terhadap Karya Peterpan/NOAH
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Rasa cinta terhadap karya-karya legendaris Ariel dan kawan-kawan melahirkan sebuah grup musik asal Kota Pangkalpinang bernama Universe Band.
Band ini mengusung konsep Tribute to Peterpan/NOAH dan lewat performa solidnya, mereka terus berusaha menghadirkan kembali semangat nostalgia bagi para penikmat musik era 2000-an.
Universe bukan sekadar membawakan lagu-lagu milik Peterpan/NOAH. Mereka juga mengajak para Sahabat Peterpan/NOAH di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya, untuk bernostalgia bersama karya-karya band besar Indonesia tersebut.
Kini, Universe Band beranggotakan Yudhis (vokal), Nu’man (gitar), Yoppy Andrian (gitar), Eka (bass), Syahril (drum), dan Rizky Aksal (keyboard).
Awal Mula Terbentuk

Universe Band resmi berdiri pada Mei 2019. Formasi awalnya terdiri dari Nu’man (vokal dan gitar), Syahril (drum), Yoppy Andrian (bass), dan Yoppy Moldy (gitar), empat musisi asal Pangkalpinang yang kerap tampil di berbagai event, festival dan kafe lokal, serta acap kali menjadi player pengiring sejumlah artis ibu kota.
Karena seluruh personelnya menggemari karya Peterpan/NOAH, mereka pun sepakat mendirikan band khusus untuk membawakan lagu-lagu idolanya itu.
“Ada asal-usulnya kenapa band ini namanya Universe. Karena Universe itu nama band Ariel dan kawan-kawan sebelum jadi Peterpan. Saya dapat nama itu setelah baca buku Kisah Lainnya,” cerita Syahril kepada DOORSTOP.ID, Sabtu (25/10/2025).
“Akhirnya kami berempat sepakat menamai band ini Universe,” tambah Yoppy Moldy.
“Memang band ini kami buat khusus untuk membawakan karya-karya Peterpan/NOAH. Karena semua personel di sini Sahabat Peterpan/NOAH,” terang Nu’man.
“Selain lagu asli Peterpan/NOAH, kami juga bawain lagu-lagu lain yang pernah dinyanyikan Ariel,” timpal Yoppy Andrian.
Pertemuan dengan Yudhis

Seiring berjalannya waktu, pada 24 Mei 2019, keempat personel Universe bertemu Yudhis, yang kemudian diajak jamming di Warkop Papa (Warpa) Pangkalpinang.
“Awalnya Syahril DM saya di Instagram. Katanya mereka punya band khusus bawain lagu-lagu Peterpan/NOAH. Akhirnya saya diajak jamming di Warpa,” cerita Yudhis.
“Saya sudah sering ketemu Yudhis. Dia sering datang tiap malam Kamis dan malam Minggu pas saya main di Indigo Lounge. Waktu itu dia sering bawain lagu Peterpan/NOAH, makanya saya ajak dia jamming,” jelas Syahril.
“Setelah jamming, rasanya dia cocok banget. Setelah diskusi, kami sepakat menjadikan dia vokalis utama,” ungkap Yoppy Andrian.
Panggung Pertama

Menariknya, sehari setelah Yudhis resmi menjadi vokalis, Universe langsung tampil di acara Honda Ramadan Fest 2019 di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, yang menjadi panggung perdana mereka.
“Kaget sih, karena bukan musisi, terus jarang manggung juga. Eh, besoknya langsung tampil di event besar,” ungkap Yudhis.
“Kami yakin dia (Yudhis-red) bisa. Setelah kenalan, kami juga langsung klik satu sama lain,” ujar Nu’man.
“Di event itu kami bawain tiga lagu: Hidup Untukmu Mati Tanpamu, Walau Habis Terang, dan Kota Mati,” tambahnya.
Sejak saat itu, Universe makin mantap meneguhkan konsep Tribute to Peterpan/NOAH, dan tampil di berbagai panggung, seperti di Black Jack Sungailiat serta sejumlah event komunitas musik lokal di Pangkalpinang.
“Kami bukan meniru Peterpan/NOAH, tapi menyalurkan energi dan rasa yang sama, dengan gaya kami sendiri,” tutur Nu’man.
“Kami tumbuh bersama lagu-lagu mereka. Jadi, setiap lagu kami mainkan dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Kembali Manggung dan Datangnya Personel Baru

Setelah cukup lama vakum, Universe kembali tampil di Tomoro Coffee Bangka 2, dekat Alun-alun Taman Merdeka, pada 30 September 2025.
“Lumayan lama gak manggung, ada sekitar empat tahun,. Tapi sekalinya manggung gak lama” kelakar Yudhis.
“Namanya juga band event kan,” timpal Nu’man.
Pada penampilan itu, dua personel baru bergabung: Eka (bass) dan Rizky Aksal (keyboard).
“Setelah mereka gabung, rasa musik kami makin berisi,” ungkap Nu’man.
“Saya memang suka lagu-lagu Peterpan/NOAH, apalagi ada memori khusus dengan lagu Tak Lagi Sama,” kata Eka.
“Gak nyangka bisa gabung sama band ini, isinya musisi senior semua. Tapi saya langsung merasa menyatu,” tambah Rizky.
Setelah manggung di Tomoro Coffe Bangka 2, Universe Band juga manggung di Kupi Rumpun Balai (RB) di Deoan Kantor Imigrasi Selindung Baru Pangkalpinang, pada 03 Oktober 2025 lalu.
Kemudian, pada tanggal 15 November 2025 mendatang, Universe band dijadwalkan manggung di acara Penutupan Photografer Seni Festival (Phoseval) Universitas Bangka Belitung (UBB), yang berlokasi di Wilhelmina Park, Taman Sari, Pangkalpinang.
Tribute Bukan Berarti Ingin Meniru

Kini dengan enam personel, Universe semakin mantap membawa nama Pangkalpinang di panggung musik Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kota Pangkalpinang, bahkan Indonesia.
Penampilan dan gaya khas mereka menghadirkan ruang nostalgia bagi para penggemar Peterpan/NOAH.
“Tribute bukan berarti meniru. Ini bentuk penghormatan dan apresiasi kami terhadap karya Peterpan/NOAH. Setiap tampil, kami terus berusaha memainkan lagu-lagu karya sang idola dengan detail,” tegas Nu’man.
“Selama masih ada yang mau bernyanyi bersama kami, Universe akan terus hidup. Dukung kami dan jangan lupa follow Instagram @universeband.id,” ajak Syahril.
“Kami juga ingin tampil di kota lain, membawa nama Pangkalpinang lewat musik,” ujar Yoppy Andrian.
“Yang pasti, kami terus berbenah dan ingin berkembang. Mudah-mudahan ke depannya bisa kolaborasi dengan band-band tribute lain di Indonesia,” tutup Yudhis, mewakili seluruh personel. (*)
- Penulis: admin


