Usai Video TikToknya Viral, Ibu Suri Wakanda Akhirnya Minta Maaf
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 1 Feb 2025
- visibility 179
- comment 0 komentar

Usai Video TikToknya Viral, Ibu Suri Wakanda Akhirnya Minta Maaf
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dwi Citra Weni, seorang karyawan PT Timah yang viral di akun media sosial TikTok ”Ibu Suri Wakanda”, karena diduga merendahkan tenaga honorer, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bangka Belitung, khususnya para tenaga honorer.
Video yang diunggah di akun TikTok Ibu Suri Wakanda miliknya itu, memicu kecaman dari berbagai pihak karena dianggap meremehkan profesi tenaga honorer. Banyak warganet menilai pernyataan Dwi tidak pantas dan menyinggung perasaan banyak orang.
Menanggapi polemik yang terjadi, Dwi menggelar konferensi pers di sebuah kafe pada Sabtu (1/2/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh videonya.
“Saya, Dwi Citra Weni, dengan tulus meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama para tenaga honorer di Bangka Belitung. Saya tidak ada niat untuk menghina atau melecehkan siapa pun dalam pernyataan saya di media sosial,” ujarnya.
Dwi juga menjelaskan bahwa kata yang digunakannya dalam video tersebut sebenarnya adalah “hororer“, bukan “honorer“, namun ia tidak menyangka kontennya akan memicu kontroversi.
Menurutnya, video tersebut awalnya diunggah di akun pribadinya tanpa ada masalah. Namun, setelah menjadi viral, banyak pihak yang menafsirkan pernyataannya secara berbeda dan berujung pada hujatan publik.
Sementara itu, menanggapi insiden yang terjadi, PT Timah telah mengambil langkah tegas terhadap Dwi Citra Weni. Perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu menyatakan, bahwa kasus ini bukanlah pertama kalinya terjadi. Di mana, Dwi tersandung masalah serupa di media sosial yang akibatnya, ia kini terancam diberhentikan dari jabatannya.
“Apa yang saya lakukan di media sosial adalah murni tindakan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Saya menyadari konsekuensi dari tindakan saya dan telah menerima sanksi dari perusahaan. Mungkin pada Maret nanti saya sudah diberhentikan dari PT Timah,” ungkapnya.
Dwi juga mengakui bahwa tujuan awal dari pembuatan video tersebut adalah untuk kepentingan promosi, mengingat dirinya juga aktif dalam bisnis online.
Meskipun begitu, ia menyadari bahwa perbuatannya telah menyakiti banyak pihak. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia pun kembali menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung, terutama tenaga honorer.
“Saya sadar bahwa bermain media sosial membutuhkan kehati-hatian. Saya sangat menyesali apa yang terjadi dan dari lubuk hati terdalam, saya meminta maaf kepada semua masyarakat dan tenaga honorer di Babel,“ pungkasnya.
- Penulis: admin


