Wujudkan Sekolah Ramah ABK, Dindikbud Kota Pangkalpinang Gelar Seminar Pendidikan Inklusi
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 22 Apr 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar

Wujudkan Sekolah Ramah ABK, Dindikbud Kota Pangkalpinang Gelar Seminar Pendidikan Inklusi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan Penerbit Airlangga, pada Minggu (19/4/2026) lalu, menggelar Seminar Pendidikan Inklusi di Bangka City Hotel, yang diikuti puluhan guru SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang, guna membekali para pendidik agar lebih siap dan tepat dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah umum.
Hadir sebagai narasumber utama seorang pakar pendidikan inklusi, Dr. Brigita Puridawaty, M.Si., M.Pd., menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang apapun kondisinya.
Ia memaparkan tiga faktor penting di antaranya faktor penentu tumbuh kembang, faktor penyebab dan ragam ABK tersebut.
“Bagaimana lingkungan dan stimulasi berperan vital sejak dini. Penjelasan ilmiah agar guru tidak lagi memberikan stigma negatif kepada anak maupun orang tua, serta mengenali perbedaan antara disleksia, autisme, ADHD, hingga hambatan fisik lainnya agar penanganannya tidak dipukul rata,” ujar Dr. Brigita di sela-sela materinya.

“Anak-anak istimewa ini bukan butuh dikasihani, tapi butuh dipahami dan diberikan metode belajar yang tepat sesuai keunikan mereka,” sambungnya.
Respon positif juga datang dari praktisi di lapangan. Miss Ruth, seorang guru dari SD Santo Paulus 1, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang selama ini sulit ia temukan solusinya di kelas.
“Jujur, kadang kami bingung menghadapi siswa yang sulit fokus atau punya cara belajar berbeda. Lewat seminar ini, saya jadi lebih paham bahwa ada faktor penyebab yang harus kita mengerti dulu sebelum menilai anak. Ini sangat membantu kami di sekolah,” kata Miss Ruth.
Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikbud Kota Pangkalpinang, Sumepi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata menuju Pangkalpinang yang lebih inklusif.
“Kami ingin sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan bagi ABK. Dengan kerja sama bersama Penerbit Erlangga, kami berharap guru-guru kita memiliki pegangan literasi dan metode yang kuat untuk mengajar di kelas inklusi,” ungkap Sumepi.
“Kami berharap, tidak ada lagi anak di Kota Pangkalpinang yang terabaikan pendidikannya hanya karena memiliki kebutuhan khusus,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, penerbit, dan sekolah ini menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung bagi semua anak tanpa terkecuali.
- Penulis: admin


