20 Calon PMI Kota Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Barista dan Bahasa Inggris, Target Berangkat Desember
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 3 Sep 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar

20 Calon PMI Kota Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Barista dan Bahasa Inggris, Target Berangkat Desember
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang memulai pembekalan bagi 20 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), pada Kamis (3/9/2026). Pembekalan itu dirangkai bersama pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas calon dan pekerja migran sekaligus kick off program SMK Go Global di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Pangkalpinang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, menjelaskan dari 51 pendaftar awal, hanya 20 orang yang lolos seleksi akhir. Seleksi dilaksanakan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sumatera Selatan.
“Dari total 51 peserta kami telah berhasil menyeleksi 20 orang dan lulus seleksi akhir yang dilaksanakan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sumsel. Karena kita masih di bawah Sumsel, terpilih lagi 20 orang ini. Jadi ini pembekalan bagi calon pekerja migran kita dan mereka menempatkan tenaga kerja kita ke luar negeri,” kata Amrah kepada wartawan.
Amrah menyebut skema penempatan PMI saat ini berbasis minat dan bakat. Untuk tahap awal, negara tujuan utama adalah Arab Saudi. Namun, kata Amrah, tidak menutup kemungkinan ke negara lainnya, sepanjang sesuai kompetensi yang dilatihkan.
“Untuk saat ini sekarang sebenarnya skemanya sudah berubah ya, karena skema untuk pemberangkatan ke luar negeri itu berasalkan keminatan. Tapi kalau setelah kami telusuri berasalkan bakat dan minat, karena potensi untuk negara tujuan pada saat ini itu memang ada di Arab Saudi. Cuma tidak tertutup kemungkinan beberapa negara yang lain juga asalkan sesuai dengan kompetensi selama mereka pelatihan, itu tetap kita rekomendasikan nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amrah mengungkapkan bahwa proses pelatihan ini akan berlangsung selama 3 bulan. Ia memperkirakan seluruh peserta baru selesai pada Desember 2026. Setelah itu mereka wajib mengikuti uji kompetensi sebelum diberangkatkan.
“Ini kan proses pelatihannya, cukup lama sampai 3 bulan. Diperkirakan Desember nanti baru selesai. Nanti setelah Desember selesai, mereka akan mengikuti uji kompetensi dulu nantinya. Dan kalau memang sudah bisa selesaikan uji kompetensinya dan sesuai dengan permintaan negara tujuan, kita upayakan secepat mungkin bisa diberangkatkan,” jelasnya.
Untuk pelatihan kali ini, Pemkot memfokuskan pada kejuruan barista dengan tambahan kompetensi bahasa Inggris. Hal itu menyesuaikan syarat dari negara tujuan penempatan.
“Untuk ini khususnya kejuruan barista dengan kompetensi bahasa Inggris. Karena beberapa negara tujuan itu mensyaratkan kemampuan dalam berbahasa Inggris,” kata Amrah.
Ia berharap 20 peserta ini mampu menunjukkan prestasi terbaik. Jika berjalan baik, Pemkot menargetkan kuota PMI dari Pangkalpinang bisa bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami berharap, karena program ini kan baru pertama kali. Dan kita juga ingin menunjukkan kepada pihak Kementerian, bahwa kita layak nantinya sebagai daerah dimana kita punya calon tenaga yang kompeten untuk bisa dibesertakan atau bekerja di luar negeri,” harap Amrah.
“Maka kami sangat berharap dari 20 orang ini nanti bisa menunjukkan prestasi yang baik, yang pada akhirnya itu bisa menunjang kita nantinya. Karena tidak menutup kemungkinan untuk tahun-tahun berikutnya kalau ini memang bagus dan baik, mungkin kota kita akan ditambah lagi,” tambahnya.
Menanggapi maraknya kasus PMI bermasalah, Amrah menegaskan program ini berada di bawah skema resmi pemerintah. Kini Kementerian Ketenagakerjaan dan BP2MI memiliki tugas terpisah. BP2MI khusus menangani pelindungan PMI yang ditempatkan ke luar negeri.
“Ini kan memang skema pemerintah. Jadi Kementerian Tenaga Kerja itu sekarang kan terbagi dua. Kementerian Ketenagakerjaan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Nah untuk Pelindungan Pekerja Migran ini khusus yang menangani pekerja kita yang akan ditempatkan di luar negeri. Jadi memang dari Kementerian langsung, dan ini SMK Go Global ini juga usulan pemerintah pusat juga,” tegas Amrah.
- Penulis: admin


