Ekonomi Pangkalpinang Tumbuh 8,81 Persen, Inflasi September Terkendali di 1,75 Persen
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 1 Okt 2025
- visibility 103
- comment 0 komentar

Ekonomi Pangkalpinang Tumbuh 8,81 Persen, Inflasi September Terkendali di 1,75 Persen
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat perekonomian kota ini menunjukkan kinerja impresif pada Triwulan II-2025. Pertumbuhan ekonomi (PDRB) tercatat sebesar 8,81 persen secara tahunan (y-on-y), sementara inflasi September tetap terkendali di angka 1,75 persen.
Statistisi Madya BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, menyampaikan hal ini dalam press release Berita Resmi Statistik di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Rabu siang (1/10/2025). Ia menjelaskan, perekonomian kota didorong oleh sektor sekunder yang tumbuh paling tinggi hingga 32,93 persen, seiring pulihnya industri pengolahan timah.
“Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan II-2025 bahkan mencapai 8,89 persen secara kumulatif, menjadikan Pangkalpinang sebagai penyumbang 18 persen PDRB Bangka Belitung,” ungkapnya.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 46,37 persen terhadap total PDRB. Pertumbuhan ini diperkuat oleh peningkatan daya beli masyarakat, terutama setelah pembayaran gaji ke-13 dan momentum Hari Raya Idul Adha.
Sementara itu, dari sisi inflasi, Pangkalpinang pada September 2025 mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,50. Inflasi tahunan 1,75 persen ini dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan, khususnya daging ayam ras, cabai merah, dan bawang merah.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar, yakni 1,90 persen terhadap inflasi,” kata Aja.
Jika dibandingkan, inflasi September 2025 lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,82 persen, namun masih lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai 2,70 persen. “Artinya, harga-harga relatif stabil meski ada tekanan dari sektor pangan,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, seperti transportasi yang turun 1,05 persen serta pendidikan yang merosot hingga 9,90 persen, terutama di jenjang menengah.
BPS menilai capaian ini menunjukkan kombinasi yang cukup positif: pertumbuhan ekonomi tinggi sekaligus inflasi tetap terkendali. “Tren ini menjadi sinyal baik bagi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi Pangkalpinang,” tegas dia.
- Penulis: admin


