Bidik Nirwasita Tantra 2026, Prof Udin Petakan Isu Strategis Lingkungan Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 16 Apr 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar

Bidik Nirwasita Tantra 2026, Prof Udin Petakan Isu Strategis Lingkungan Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi memulai penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tahun 2026. Langkah ini diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pertama untuk merumuskan isu strategis kota, yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bapperida, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari transisi pelaporan kinerja lingkungan hidup daerah. Di mana, berdasarkan arahan terbaru, dokumen SLHD yang disempurnakan akan menggantikan peran Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD). Dokumen ini nantinya menjadi indikator utama dalam penilaian penghargaan bergengsi Nirwasita Tantra 2026.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), menekankan bahwa lingkungan hidup kini menjadi tantangan global yang nyata di depan mata. Ia menyoroti bagaimana aktivitas pembangunan seringkali abai terhadap keseimbangan ekosistem.
“Isu paling mencolok di Pangkalpinang adalah alih fungsi ruang terbuka hijau menjadi pemukiman dan penyempitan saluran air karena bangunan di bantaran sungai,” ujarnya.
Selain tata ruang, ia menyebut volume sampah juga menjadi bom waktu bagi kota ini. Dengan aktivitas warga yang terus meningkat, produksi sampah harian kini menyentuh angka 100 hingga 120 ton. Prof Udin mengingatkan hal ini merupakan tantangan kolektif yang butuh penanganan serius.
Selain itu, Prof Udin juga msngakui ancaman banjir yang masih kerap menghantui akibat drainase yang belum optimal, meskipun Pangkalpinang sebenarnya berada di ketinggian 45 meter di atas permukaan laut. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk mencontoh efektivitas sistem manajemen air di negara maju seperti Belanda.
Lebih lanjut, Prof Udin mengajak masyarakat Pangkalpinang untuk berhenti menjadi penonton dan mulai menjadi bagian dari solusi.
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita butuh masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Semua pihak harus menjadi bagian dari solusi pembangunan kota kita,” tutupnya.
- Penulis: admin


