Prabowo–Takaichi Teken MoU Nuklir Sipil, RI-Jepang Perkuat Ketahanan Energi
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Apr 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar

Pembahasan Dipicu Ketegangan di Timur Tengah
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Jepang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan energi nuklir sipil, menyusul pertemuan antara Prabowo Subianto dan Takaichi Sanae di Tokyo.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis kedua negara, dalam memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global, sekaligus mendorong transisi menuju energi bersih.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Mitsuru Myochin, menyebutkan bahwa kerja sama nuklir sipil merupakan satu dari dua MoU yang diteken, selain kesepakatan di sektor mineral kritis.
“Dua MoU telah ditandatangani, yakni tentang mineral kritis dan energi nuklir sipil antara Jepang dan Indonesia,” ujar Myochin di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Kerja sama ini, kata Myochin, membuka peluang transfer teknologi dari Jepang, sebagai negara dengan pengalaman panjang dalam pengembangan energi nuklir, guna mendukung kebutuhan energi bersih Indonesia, khususnya bagi sektor industri.
Menurut Myochin, pembahasan nuklir sipil juga dipicu dinamika global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas pasokan energi dunia.
Untuk diketahui, selain nuklir, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi pada proyek energi lain seperti panas bumi dan pengolahan limbah menjadi energi. Seluruh inisiatif tersebut berada dalam kerangka Asia Zero Emission Community.
Tak hanya itu, Indonesia dan Jepang juga diketahui akan memperdalam kerja sama rantai pasok energi, termasuk Liquefied Natural Gas (LNG), guna menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga komoditas global. (*)
- Penulis: admin


