Karantina Puteri Model Hijab Indonesia 2026 Dibuka di Pangkalpinang, Usung Semangat Emansipasi
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 25 Apr 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar

Peserta Karantina Berasal dari Berbagai Daerah di Indonesia
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Karantina Puteri Model Hijab Indonesia 2026 resmi dibuka di Bangka City Hotel pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini menjadi tahap awal pembinaan peserta sebelum memasuki malam final ajang tersebut.
Di tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Hijabku Kartiniku”, yang merefleksikan semangat emansipasi perempuan yang relevan dengan konteks kekinian.
Pembukaan diwakili Mardiansyah dari Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Mardiansyah menyebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi daerah melalui keterlibatan generasi muda.
Ketua penyelenggara Junaidi (Josa) dari Josa Entertainment, mengatakan peserta didorong tidak hanya menonjolkan penampilan, tetapi juga kapasitas personal.
“Melalui tema ini, peserta diharapkan memiliki karakter kuat, berdaya saing dan mampu menginspirasi,” kata Josa.
Josa mengungkapkan, peserta karantina berasal dari sejumlah daerah, antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Tengah.
“Keikutsertaan peserta dari lintas daerah ini menunjukkan perluasan jangkauan ajang di tingkat nasional,” jelasnya.
Salama karantina, kata Josa, peserta mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari peragaan busana, unjuk bakat, hingga pembekalan materi.
Adapun materi yang diberikan selama karantina, lanjut dia, mencakup pariwisata, kewirausahaan, public speaking, dan koreografi sebagai bagian dari penilaian menuju grand final.
Josa mengatakan, penyelenggara membuka peluang pengembangan konsep pada edisi berikutnya.
“Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berkreasi,” tukasnya.
Diketahui, kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, diantaranya Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Babel, Pemerintah Kota Pangkalpinang, Bangka City Hotel, Gekrafs, Yamaha, serta sejumlah perusahaan swasta dan pelaku UMKM. (*)
- Penulis: admin


