Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

DOORSTOP.ID, BANGKA — Siapa mencintai alam, tak akan membangun monumen. Hidup hanya untuk mencukupi, tak berlebih-lebihan, sebab prinsip melekat dengan alam jauh lebih penting. Karl Polanyi, salah satu pemikir ekonomi terbesar abad 20 menyebut cara hidup demikian sebagai suatu sistem sosial-ekonomi subsisten.

Di Bangka Belitung, kebudayaan dimulai dengan derap kaki menancap di ladang, atau tangan menjalin joran dan kail, atau tubuh yang mandi lumpur. Para antropolog dari era kolonial hingga kontemporer membagi masyarakat Bangka Belitung ke dalam 3 (tiga) kategori besar: orang bukit, orang darat, dan orang laut. Semua kategori punya mode produksi masing-masing.

Ekspresi kebudayaan semacam itu menguat dalam peribahasa “asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga”. Ada asam, ada garam semua terbagi-bagi; manusia dikelompokkan ke dalam unit kerja berbeda. Ada kelompok manusia yang menghasilkan asam di dataran tinggi; ada yang menghasilkan garam di pesisir pantai—mereka bertemu untuk bertukar; garam ditukar asam, ikan ditukar rempah. Struktur dan sistem sosial yang kompleks itulah cikal bakal ‘belanga’, apa yang hari ini kita sebut “Kepulauan Bangka Belitung”.

Anthony Giddens, dalam bukunya yang berjudul The Consequences of Modernity, mengasumsikan modernisme tak ubah ‘kereta baja’ (juggernaut) yang tak terkendali dan melibas segala apa yang ada di hadapan. Orang-orang dipaksa untuk bersepakat, lewat alat tukar yang sama, lewat uang, lewat cap mana yang modern dan tidak modern.

Mode produksi dalam aspek ekonomi berubah, standar sosial bergeser, nilai-nilai budaya mengalami komodifikasi. Tapi, kita tahu, tiap gelombang perubahan besar terjadi selalu ada elemen yang luput dan tidak berubah.

“Kami semua yang ada di sini, akan tetap menjaga alam, menjaga hutan yang makin hari makin tergerus,” ungkap Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih, dalam Ritual Adat Nujuh Jerami, di Kampung Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka pada 29 April 2026.

Kenyataannya, dalam catatan ekspedisi 1803 seorang Kolonial Belanda bernama Boogart, mereka memang sudah di situ. Dunia berubah, Hindia-Belanda kembali ke Eropa yang gersang, Indonesia Raya berkumandang, rezim berganti, dan mereka tetap di situ. Tapi, sampai kapan?

“Sampai hayat tak dikandung badan, bang!” Kata-kata itu diucapkan Jojo, salah seorang penghayat Adat Mapur yang senang guyon dan murah senyum.

Jojo berkisah, selain mereka yang berjumlah 100an jiwa dan menetap di Dusun Aik Abik, ada 150an sanak-saudara mereka yang masih hidup berpindah-pindah di Hutan Pejem.

“Mereka, seperti kami, juga sekolah. Bahkan ada beberapa yang sampai kuliah. Kami sering bertemu mereka kalau mau ada yang ditukar,” cerita Jojo.

Kebudayaan tak pernah konstan dan kekal, melainkan selalu dibentuk dan terbentuk oleh sederet penyesuaian. Charles Darwin, dalam The Origins of Species, tak pernah mengatakan bahwa yang kuatlah yang bertahan sebagaimana yang diyakini orang-orang dalam semboyan ‘the survival of the fittest’. Bukan yang kuat yang bertahan, menurut Darwin, melainkan yang mampu menyesuaikan dengan perubahan kosmik yang akan bertahan hingga akhir.

“Kami sudah melakukan Ritual Adat Nujuh Jerami ini sejak zaman kakek-nenek. Mungkin bisa lebih lama lagi. Bedanya mulai tahun 2017 sejak ada bantuan PT TIMAH banyak yang melihat, banyak yang tanya-tanya. Jadi sekarang lebih meriah karena ada pengeras suara, foto-foto, orang luar datang untuk nonton,” ujarnya.

Kini, ada kecenderungan manusia modern abad 21 untuk melihat adat dan tradisi sebagai sebentuk kebudayaan tinggi, yang seolah-olah berawal dan berakhir di warung kopi, etalase galeri, ruang-ruang seminar, dan naskah akademik. Kebudayaan jadi sesuatu yang senantiasa asyik untuk ditonton dan diperbincangkan, bukan dihayati.

Suka atau tidak, cara paling bijak untuk melestarikan kebudayaan adalah dengan membersamai masyarakat adat. PT TIMAH telah melakukan hal itu, berulang kali, sejak lama.

Seperti yang dituturkan Jojo, ritual Nujuh Jerami kian dikenal luas setelah mendapat dukungan dari PT TIMAH. Namun, yang dijaga bukan semata sebuah upacara, melainkan ingatan kolektif yang hidup di dalamnya jejak sejarah, nilai, dan cara pandang masyarakat adat terhadap alam dan kehidupan.

Ikhtiar itu mula-mula diwujudkan melalui buku Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah. PT TIMAH tidak hanya mendukung proses penulisannya, tetapi juga mengantarkan kisah-kisah masyarakat Adat Mapur ke berbagai sekolah. Dari ruang-ruang kelas, cerita yang dahulu beredar dari mulut ke mulut kini menjelma bahan literasi kebudayaan, agar generasi muda mengenal akar yang menumbuhkan mereka.

Langkah itu kemudian berlanjut pada upaya merawat tradisi dalam bentuk yang lebih nyata, melalui hadirnya Kampung Adat Gebong Memarong sebuah ruang belajar budaya yang menampilkan rumah tradisional masyarakat Adat Mapur. Bagi masyarakat Mapur, memarong bukan sekadar bangunan; ia adalah rumah, tempat kenangan berdiam, tempat adat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Memarong dibangun dari kayu-kayu pilihan yang diikat rapat dengan bilah rotan, tanpa sebatang paku pun. Lantainya tersusun dari belahan kayu ibul atau nibung yang dijalin dengan rotan tunggal. Dindingnya berasal dari kulit kayu, sementara atapnya bertudung daun nipah atau rumbia. Pada tiap bagiannya, memarong menyimpan pengetahuan lama tentang bagaimana manusia hidup bersahabat dengan alam, mengambil secukupnya, lalu mengembalikannya dengan hormat.

Melihat potensi yang terus tumbuh, PT TIMAH tidak berhenti pada pelestarian simbolik. Perusahaan ini turut menyiapkan masyarakat adat agar denyut kehidupan di Kampung Adat Gebong Memarong tetap menyala dan memberi manfaat nyata. Pelatihan membatik digelar, alat tenun disediakan, warga dibekali kemampuan menjadi pemandu wisata, hingga kawasan ini diperkenalkan kepada para tamu perusahaan.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong tidak hanya menjadi penjaga tradisi. Ia telah tumbuh menjadi ruang hidup yang menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tempat belajar bagi ribuan pelajar yang datang menelusuri jejak sejarah.

Di sana, masa lalu tidak dibiarkan menjadi sunyi. Ia terus dihidupkan dan PT TIMAH telah lama berjalan bersama upaya itu, setia membersamai langkah-langkah kecil yang menjaga warisan agar tetap bernapas hingga hari ini. (*)

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Blokir 1,3 Juta Situs dan Iklan Judol

    Pemerintah Blokir 1,3 Juta Situs dan Iklan Judol

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Pemerintah Blokir 1,3 Juta Situs dan Iklan Judol DOORSTOP.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sejak periode 20 Oktober 2024 hingga Mei 2025, telah memutus akses dan memblokir sebanyak 1,3 juta konten bermuatan judi online (judol). Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar merinci, dari 1,3 juta konten tersebut yang telah dilakukan […]

  • DPRD dan Pemprov Babel Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa, Kepala Dinas Diminta Selalu Siaga

    DPRD dan Pemprov Babel Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa, Kepala Dinas Diminta Selalu Siaga

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DPRD dan Pemprov Babel Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa, Kepala Dinas Diminta Selalu Siaga DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar, memimpin audiensi bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Babel dan pemerintah daerah di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis (8/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk merespons langsung […]

  • BRIN Kembangkan Sistem Pemantauan Reaktor Kartini dengan Teknologi PLC

    BRIN Kembangkan Sistem Pemantauan Reaktor Kartini dengan Teknologi PLC

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Tingkat Akurasi Sistem Baru Tergolong Tinggi DOORSTOP.ID, YOGYAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem akuisisi data operasi untuk Reaktor Nuklir Kartini di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya modernisasi teknologi pemantauan fasilitas riset nuklir. Sistem baru tersebut berbasis Programmable Logic Controller (PLC) guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional reaktor. Reaktor Kartini yang dikelola […]

  • DPRD Babel Perjuangkan Kepulangan Pekerja Migran Non-Prosedural dari Myanmar dan Kamboja

    DPRD Babel Perjuangkan Kepulangan Pekerja Migran Non-Prosedural dari Myanmar dan Kamboja

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DPRD Babel Perjuangkan Kepulangan Pekerja Migran Non-Prosedural dari Myanmar dan Kamboja DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong kepulangan para pekerja migran non-prosedural asal daerah ini yang masih tertahan di Myanmar dan Kamboja. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua yang berharap anak-anak mereka segera dipulangkan dengan selamat. Ketua […]

  • Dukung Kenyamanan Ibadah, PT Timah Salurkan Bantuan ke 8 Masjid dan Musala di Wilayah Operasional

    Dukung Kenyamanan Ibadah, PT Timah Salurkan Bantuan ke 8 Masjid dan Musala di Wilayah Operasional

    • calendar_month Kam, 3 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Dukung Kenyamanan Ibadah, PT Timah Salurkan Bantuan ke 8 Masjid dan Musala di Wilayah Operasional DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Timah kembali menyalurkan bantuan untuk rumah ibadah di berbagai wilayah operasional perusahaan. Bantuan ini diserahkan dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar selama bulan suci umat Islam tersebut. Sebanyak delapan Masjid dan Musala menerima bantuan dari PT […]

  • Indonesia U-17 Lolos Fase Grup dengan Sempurna, Afghanistan Tumbang 2-0

    Indonesia U-17 Lolos Fase Grup dengan Sempurna, Afghanistan Tumbang 2-0

    • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Indonesia U-17 Lolos Fase Grup dengan Sempurna, Afghanistan Tumbang 2-0 DOORSTOP.ID, JEDDAH — Timnas Indonesia U-17 menutup fase grup Piala Asia U-17 2025 dengan kemenangan dramatis atas Afghanistan. Dua gol di masa injury time babak kedua, memastikan Garuda Muda kian mantap menjadi juara Grup C dengan mengemas 9 poin. Pada laga yang dimainkan di Prince […]

expand_less