Pemkot Pangkalpinang Luncurkan ‘SEJUK’, Gandeng KPK Perkuat Integritas ASN
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 25 Mei 2026
- visibility 110
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Luncurkan ‘SEJUK’, Gandeng KPK Perkuat Integritas ASN
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang secara resmi meluncurkan gerakan inovatif ‘SEJUK’ (Siaran Edukasi Jangan Suka Korupsi) dalam acara Sosialisasi Antikorupsi di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin pagi (25/5/2026), guna memperkuat benteng moral Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
Sosialisasi yang mengusung tema “Sinergi ASN dan Masyarakat dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Bersih dan Berintegritas, Bebas dari Korupsi” ini, menggandeng dua narasumber dari Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), yaitu Siti Rubiah dan Alfiana Rachmawati melalui zoom meeting.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), menegaskan bahwa korupsi merupakan tantangan berat yang merusak fondasi pembangunan dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran individual.
“Kita ketahui bersama bahwa korupsi adalah musuh kita bersama. Musuh pemerintah, musuh masyarakat. Ini merusak kepercayaan publik, menghambat pembangunan, dan melemahkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan korupsi harus dimulai dari diri kita sendiri dengan penuh kesadaran,” ujar Prof Udin di hadapan para Kepala OPD, ASN, mitra kerja BUMD, akademisi, dan pelaku usaha yang hadir secara tatap muka maupun daring.
Prof Udin mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghapus praktik haram ini. Perubahan besar membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh lapisan masyarakat agar tercipta budaya antikorupsi yang mengakar.
“Pelayanan publik yang bersih dan berintegritas tidak dapat terwujud apabila hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan budaya anti korupsi dalam setiap aspek pelayanan,” tambahnya.
Sebagai pelayan masyarakat, lanjut dia, ASN memegang peranan krusial untuk menjadi garda terdepan yang bersih. Ia menuntut jajarannya untuk membuang jauh-jauh segala bentuk penyimpangan jabatan yang dapat mencederai hati rakyat.
“ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang profesional, layanan yang jujur, transparan, dan akuntabel. ASN dituntut untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, menghindari praktik-praktik seperti gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, memeras maupun tindakan yang lain yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan konsep bahwa korupsi sering kali terjadi bukan sekadar karena niat, melainkan karena longgarnya sistem pengawasan yang membuka celah bagi para pelaku.
“Korupsi bukan hanya terjadi karena adanya niat daripada pelakunya, tetapi juga karena adanya kesempatan. Maka tugas kita bersama adalah menutup tiap celah dan kesempatan yang dapat memicu terjadinya korupsi melalui pengawasan, kepatuhan terhadap aturan, serta penguatan integritas,” jelasnya.
Diungkapkannya, program ‘SEJUK’ yang digagas Inspektorat Daerah Kota Pangkalpinang ini, resmi diimplementasikan sebagai motor penggerak edukasi moral, baik di lingkungan birokrasi maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan sosialisasi pada hari ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengimplementasikan program yang disebut dengan ‘SEJUK’ (Siaran Edukasi Jangan Suka Korupsi) sebagai gerakan edukasi untuk menumbuhkan budaya jujur dan anti korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang maupun di tengah-tengah masyarakat,” urai Prof Udin.
Ia berharap sosialisasi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu mengubah pola pikir dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap melalui kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta komitmen kita bersama dalam menanamkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan anti korupsi di lingkungan kerja maupun kehidupan masyarakat. Sama-sama kita jadikan integritas sebagai budaya, bbukan sekadar slogan,” tuturnya.
Dengan sinergi pemerintah, mitra kerja, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat, kita optimis dapat mewujudkan Kota Pangkalpinang kota yang bersih dari korupsi, kota yang berintegritas, dan kota yang bebas dari korupsi. Percaya kita bisa, kita patuh aturan, cegah korupsi,” tuturnya.
Mengakhiri arahannya, Prof Udin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya kepada perwakilan KPK RI yang bersedia mengawal jalannya penguatan integritas di Pangkalpinang.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, terutama secara khusus kepada Ibu Siti Rubiah dan Ibu Alfiana Rachmawati. Kami berharap Ibu dapat memberikan arahan-arahan kepada kami, memberikan penguatan kepada kami untuk ASN di Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan pencegahan korupsi ini,” ucap Prof Udin.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, menjadi langkah nyata di dalam memperkuat komitmen anti korupsi di lingkungan pemerintah Kota Pangkalpinang dan masyarakat Kota Pangkalpinang,” pungkasnya.
- Penulis: admin


