BPS Pangkalpinang Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tidak Terkait dengan Pajak
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026
- visibility 102
- comment 0 komentar

Dewi Savitri, di rumah dinas residen Wali Kota, Senin, 15 Juni lalu. (Foto: Hery_DoorstopID).
BPS Pangkalpinang Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Tidak Terkait dengan Pajak
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang meluruskan persepsi keliru di tengah masyarakat terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Sebagian pelaku usaha dan warga masih ada yang berpersepsi bhwa data maupun informasi yang diberikan dalam sensus tersebut akan digunakan untuk kepentingan penarikan pajak.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut sama sekali tidak beralasan. Ia memastikan pelaksanaan SE2026 murni untuk kepentingan pemetaan statistik dan tidak memiliki afiliasi dengan instansi perpajakan.
“Kami ingin menyampaikan atau meluruskan bahwa kegiatan SE2026 tidak ada hubungannya dengan pajak,” ujar Dewi saat dikonfirmasi oleh doorstop.id, Rabu (17/6/2026).
Dewi menjelaskan, fokus utama dari SE2026 adalah mendata seluruh aktivitas ekonomi secara komprehensif. Hasil dari sensus ini nantinya akan menghasilkan gambaran riil mengenai struktur ekonomi di suatu wilayah, termasuk di Kota Pangkalpinang. Data tersebut sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut karena sistem pendataan statistik dan penarikan pajak merupakan dua hal yang sepenuhnya berbeda dan berdiri sendiri.
“Kegiatan SE2026 fokus pada pendataan aktivitas ekonomi yang akan menghasilkan struktur ekonomi wilayah, sementara pajak punya prosedur laporan tersendiri,” tambahnya.
Meski demikian, Dewi mengakui bahwa meluruskan salah paham di tengah masyarakat merupakan tantangan besar. Mengubah pola pikir yang sudah melekat kuat memerlukan waktu dan kerja keras dari semua lini.
“Persepsi masyarakat yang sudah terbentuk tidak mudah untuk diubah, butuh dukungan seluruh pihak untuk memberikan pemahaman yang baik ke masyarakat,” jelas Dewi.
Guna mengatasi kendala tersebut, BPS Kota Pangkalpinang tidak tinggal diam. Mereka memilih jemput bola dengan menggencarkan edukasi langsung di tingkat akar rumput agar bisa berdialog dan mengurai kekhawatiran warga secara tatap muka.
Lebih lanjut, ia juga berharap para pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas sensus dengan tangan terbuka serta memberikan data yang jujur dan akurat demi kesuksesan SE2026
“BPS Kota Pangkalpinang terus melakukan sosialisasi, terutama sosialisasi yang dilakukan di kelurahan-kelurahan sehingga dapat menjawab masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (Hr)
- Penulis: admin


