BWS Babel Sosialisasi Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Rangkui
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 7 Jul 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar

Proyek Penahan Banjir Sungai Rangkui Pangkalpinang Resmi Disosialisasikan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung menggelar sosialisasi pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui di Kantor Camat Taman Sari, Selasa pagi (7/7/2026). Proyek ini bertujuan meminimalisir ancaman banjir dan mengamankan kawasan pusat ekonomi kota.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Babel, Ir. Agus Saputra, bersama PPK Irigasi dan Rawa (IRA) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Teguh Prastowo, serta Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel, Aco Rahmadi Jaya.
Di kesempatan itu, Agus Saputra memaparkan, pekerjaan tahun ini difokuskan pada tiga titik krusial. Ketiganya meliputi pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) Sungai Rangkui, parapet Dermaga Opas, serta rehabilitasi pintu air Pasar Burung.
“Kami melakukan penanganan secara menyeluruh, termasuk peninggian tanggul dan normalisasi sedimentasi. Jika sukses tahun ini, pemerintah pusat akan lebih mudah mengucurkan anggaran untuk penanganan di tahun-tahun berikutnya,” tegas Agus.
Ia meminta dukungan penuh dari masyarakat dan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar proyek berjalan lancar tanpa hambatan. Pembangunan ini juga melibatkan PT Vanessa Citra Nusantara sebagai kontraktor pelaksana dan supervisi dari PT Pilar Nawa Seta KSO CV. Boarta Lestari Consultant.

Teguh Prastowo menambahkan, proyek ini sangat mendesak mengingat tingginya kerawanan di lapangan. Ia mencontohkan kondisi tebing sungai yang mulai tergerus permukiman, luapan air saat pasang, hingga kerusakan pada Pintu Air Pasar Burung.
“Tujuannya untuk mengamankan kawasan pusat ekonomi. Kami memperbaiki parapet sekitar 400 meter di Kampung Opas, membangun DPT, dan memperbaiki empat buah pintu air,” jelas Teguh.
Sementara itu, Kejati Babel memastikan akan mengawal proyek ini secara ketat dari hulu hingga hilir. Asintel Kejati Babel, Aco Rahmadi Jaya, menyatakan pengamanan dilakukan berdasarkan permohonan dari BWS guna mencegah ancaman atau gangguan yang dapat menghambat pembangunan.
Aco juga membuka ruang diskusi selebar-lebarnya bagi warga agar tidak ada penolakan di kmemudian hari.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar bapak dan ibu yang memiliki ganjalan bisa disampaikan di sini. Kita cari solusinya dengan pendekatan yuridis dan sosiologis, jangan sampai di kemudian hari malah jadi permasalahan berkepanjangan,” papar Aco.
Pihaknya berharap proyek strategis ini selesai tepat waktu dan tepat sasaran. Ia juga mewanti-wanti agar pelaksana proyek menjaga kualitas bangunan dan tertib administrasi tanpa adanya penyimpanganb.
“Kami harap bapak dan ibu sampaikan keluhan saat ini, jangan dibawa pulang ke rumah lalu baru dipermasalahkan. Kami mohon dukungan dari masyarakat, TNI, Polri, dan teman-teman media,” tutup Aco. (Hr)
- Penulis: admin


