Pemprov dan Kepala Daerah Se-Babel Sepakati 11 Program Prioritas Tekan Inflasi 2026
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 15 Jul 2026
- visibility 74
- comment 0 komentar

Pemprov dan Kepala Daerah Se-Babel Sepakati 11 Program Prioritas Tekan Inflasi 2026
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) memperketat sinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini tertuang dalam High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Rabu (15/7/2026).
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, memimpin langsung pertemuan strategis yang melibatkan perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Babel tersebut. Hasilnya, para pemangku kepentingan menyepakati sebelas program prioritas untuk menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.
Dalam arahannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kolektif. Ia meminta seluruh sektor bergerak aktif mengantisipasi gejolak harga di pasar.
“Kita perlu berkolaborasi untuk mengendalikan laju inflasi. Semua sektor harus ditegakkan untuk menekan laju inflasi. Dengan semangat kebersamaan kita dapat menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Bangka Belitung,” ujar Hidayat.
Laporan dari para bupati dan wali kota menunjukkan angka inflasi di Babel hingga pertengahan tahun 2026 ini masih berada dalam koridor aman, stabil, dan terkendali. Kendati demikian, pemerintah daerah sepakat tidak boleh lengah terhadap potensi gangguan pasokan, hambatan distribusi, maupun faktor musiman.
Sebagai bentuk konkret, Pemprov Babel bersama pemerintah kabupaten dan kota meluncurkan sebelas program prioritas terpadu. Program tersebut meliputi operasi pasar, gerakan pangan murah, diversifikasi pangan, business matching komoditas pangan, serta pengembangan Early Warning System (EWS).
Selain itu, kerja sama mencakup perluasan asuransi pertanian, penguatan sarana pasca-panen, kerja sama antardaerah, fasilitasi distribusi, hilirisasi pangan, evaluasi kebijakan, hingga pelaporan ekonomi terintegrasi via Sistem Babel Ecository.
Melalui komitmen bersama ini, Pemprov optimistis gerak cepat lintas instansi akan membuat pengendalian harga bahan pokok di lapangan berjalan jauh lebih efektif dan mendukung pertumbuhan ekonomi Babel yang merata.
- Penulis: admin


