Mulai Agustus, Penyeberangan Sadai–Belitung Resmi Dialihkan ke Pelabuhan Pangkal Balam
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 20 Jul 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar

Mulai Agustus, Penyeberangan Sadai–Belitung Resmi Dialihkan ke Pelabuhan Pangkal Balam
DOORSTOP ID, PANGKALPINANG — Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan menuju Pulau Belitung resmi dialihkan ke Pelabuhan Pangkal Balam mulai awal Agustus 2026. Langkah darurat ini diambil setelah fasilitas Moveable Bridge (jembatan bergerak) di Pelabuhan Sadai amblas total dan memicu kelumpuhan jalur logistik.
Hal demikian diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, usai beraudiensi bersama asosiasi Sopir Lintas Bangka Belitung, Dinas Perhubungan, PT ASDP, dan PT Pelindo di ruang kerjanya, Senin siang (20/7/2026).
“Alhamdulillaah hal ini sudah ada solusi, untuk aktivitas di Sadai itu dipindahkan ke Pangkal Balam oleh rekan-rekan ASDP. Hanya, mereka minta waktu itu paling lambat awal Agustus sudah berjalan lagi,” ujar Didit kepada wartawan.
Didit menjelaskan, otoritas terkait terpaksa menghentikan seluruh operasional di Pelabuhan Sadai karena tingkat kerusakan fasilitas jembatan penghubung masuk kategori sangat parah. Jika dipaksakan, kondisi tersebut akan mengancam keselamatan awak kapal maupun kendaraan yang melintas.
Didit juga mengungkapkan, bahwa berdasarkan laporan teknis dari Kepala Dinas Perhubungan Bangka Selatan, Benny Supratama, proyeksi biaya pemulihan total pelabuhan tersebut menembus angka Rp80 miliar.
“Parah katanya. Jadi kalau mau kita perbaiki totalnya itu harus sekitar di angka 80 miliar. Kerusakannya ternyata sangat besar, ini berdasarkan informasi daripada Pak Benny, maupun yang disampaikan tadi dari kawan-kawan Bangka Selatan,” tutur Didit.
Mengingat Pelabuhan Sadai melayani rute lintas kabupaten, Didit menyebut, tanggung jawab perbaikan secara regulasi berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Babel. Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, DPRD Babel kini tengah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk mencari bantuan dana dari pemerintah pusat.
Didit menyadari birokrasi anggaran di tingkat pusat memakan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, pengalihan kapal ke Pelabuhan Pangkal Balam menjadi opsi tunggal yang paling rasional demi menyelamatkan urat nadi perekonomian daerah.
“Karena ini sektornya lintas kabupaten, wewenangnya ada di pemerintah provinsi Bangka Belitung. Tetapi kita berharap juga ini butuh gotong royong supaya ini bisa diaktifkan kembali, maka kita lagi berkomunikasi kepada Kementerian Perhubungan,” ucap Didit.
“Mudah-mudahan Bapak Dirjen bisa menerima kita. Tetapi itu kan lama prosesnya, bisa bertahun-tahun. Maka untuk sementara dialihkan ke pelabuhan Pangkal Balam dulu,” imbuhnya.
Legislator PDI-P ini pun mendesak, PT ASDP dan PT Pelindo untuk mempercepat proses transisi rute tersebut. Jika jalur penyeberangan ini terhenti terlalu lama, ia khawatir akan terjadinya kelangkaan barang pokok di pasar yang akan memicu inflasi di kedua pulau.
“Harapan kita mudah-mudahan insyaallah itu bisa lebih cepat sebelum Agustus. Karena ini sangat berdampak terhadap sektor ekonomi Bangka dan Belitung juga. Takut terhambat barang-barang yang dibutuhkan masyarakat, Karena tidak adanya tempat penyeberangan yang baik, ini akan terkendala,” ucapnya.
Sebagai langkah awal pemindahan rute ini, lanjut dia, Manajemen ASDP Cabang Bangka dijadwalkan menggelar rapat koordinasi dengan Pelindo Bangka pada Selasa pagi besok. Agenda utama pertemuan tersebut akan berfokus pada penyusunan kesepakatan tarif penyeberangan yang baru di Pelabuhan Pangkal Balam.
“Besok pagi insyaallah, GM ASDP akan koordinasi dengan GM Pelindo menyangkut tarif, supaya tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari,,” tegas Didit.
Lebih lanjut, Didit juga mengapresiasi komitmen General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo Upandika, yang bergerak cepat mengamankan jadwal pelayaran darurat ini demi kepentingan masyarakat luas.
“Maka kita juga berharap bahwa untuk hal ini segera diselesaikan. Dan alhamdulillah sudah ada jawaban dari Bapak Cahyo, insyaallah awal Agustus sudah beroperasi lagi dengan dialihkan ke Pangkal Balam,” pungkasnya.
- Penulis: admin


