FISIP UBB Sukses Gelar Forum Dekan Bidang Ilmu Sosial BKS-PTN Barat, Bahas Tantangan Pendidikan di Era Transformasi
- account_circle
- calendar_month Kam, 29 Agu 2024
- visibility 64
- comment 0 komentar

PANGKALPINANG — Universitas Bangka Belitung (UBB) sukses menjadi tuan rumah dalam gelaran Forum Dekan Bidang Ilmu Sosial Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat atau BKS-PTN Barat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBB, yang mengusung tema masalah dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di era transisi, transformasi, dan karakteristik sosial masyarakat Indonesia.
Forum yang berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2024 itu, diawali dengan ramah tamah yang diadakan di Swiss-Belhotel Pangkalpinang di malam harinya.
Kegiatan yang diikuti dekan dan perwakilan fakultas ilmu sosial dari berbagai perguruan tinggi itu, menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antar perguruan tinggi di bidang ilmu sosial.
Hari ini, acara inti digelar berupa seminar yang diadakan di Balai Besar Peradaban (BBP), gedung Rektorat UBB, yang menghadirkan dua narasumber utama yang merupakan ahli di bidangnya di antaranya Muryanto Amin, Guru Besar Ilmu Politik yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, sekaligus sebagai Ketua Forum Rektor BKS-PTN Barat, dan Bustami Rahman, Guru Besar Sosiologi FISIP UBB, yang dipandu oleh Herza yang merupakan dosen Sosiologi UBB.
Dalam paparannya, Muryanto Amin menyoroti pentingnya peran ilmu sosial dalam merespon perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang pesat.
Ia juga menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana strategis untuk mengembangkan ilmu sosial di Indonesia.
“Ilmu sosial harus bisa menyesuaikan diri dengan dinamika zaman, terutama dalam konteks pendidikan. Kurikulum harus dirancang agar relevan dengan kondisi sosial yang terus berubah,” ujarnya (29/8/2024).
Muryanto juga mengucapkan terima kasih kepada UBB yang telah mempersiapkan seminar itu dengan baik.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi dalam forum seperti ini sangat penting untuk menghadapi tantangan di era transisi dan transformasi saat ini,” ujarnya.
“Saya yakin, melalui kerjasama yang baik, kita bisa menghadapi perubahan yang terjadi dan terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Bustami Rahman dalam seminar itu membahas tantangan-tantangan yang dihadapi pendidikan tinggi, terutama dalam konteks perubahan karakteristik sosial masyarakat.
Menurutnya, pendekatan yang lebih adaptif diperlukan dalam pendidikan untuk menanggapi perubahan sosial yang cepat.
“Pendidikan tinggi, terutama di bidang ilmu sosial, harus mampu memberikan respon yang tepat terhadap dinamika sosial yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.
Dekan FISIP UBB Aimie Sulaiman menambahkan, bahwa forum tersebut menjadi wadah penting untuk berdiskusi mengenai perkembangan ilmu sosial dan strategi organisasi ke depannya.
“Perubahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini menuntut kita untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan,” ucap Aimie.
“Forum ini memberikan kesempatan bagi kita untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan tersebut,” lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Rektor UBB Ibrahim, juga memberikan pandangan terkait tema yang diangkat. Ia menilai, perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan sosial yang sangat cepat, termasuk dalam dunia politik.
“Dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca pandemi COVID-19, kita menyaksikan perubahan sosial yang signifikan. Ilmu sosial harus berada di garis depan dalam menjelaskan dan mengatasi dampak dari perubahan tersebut,” jelasnya.
Ibrahim juga menyoroti fenomena penurunan literasi di kalangan mahasiswa, terutama dalam membaca literatur ilmiah dan teori. Ditegaskannya bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan ilmu sosial.
“Saat ini, mahasiswa cenderung hanya membaca ketika ada tugas. Ini menjadi isu yang serius, dan kita harus mencari cara untuk mengatasi masalah ini agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” tuturnya.
Seminar dilanjutkan dengan penyusunan program kerja oleh para dekan BKS-PTN Barat. Program kerja ini diharapkan dapat menjadi pedoman strategis bagi pengembangan ilmu sosial di Indonesia.
Diskusi yang terjadi dalam penyusunan program kerja itu mencakup berbagai isu dan tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi, serta langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mengatasinya.
Forum Dekan Bidang Ilmu Sosial BKS-PTN Barat itu juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh seluruh anggota forum.
Rekomendasi tersebut akan menjadi acuan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transisi dan transformasi, serta dalam pengembangan ilmu sosial secara keseluruhan.
Seminar ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para peserta. Mereka menyatakan bahwa forum ini sangat penting dalam memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi di wilayah Barat Indonesia.
Selain itu, juga dinilai mampu memberikan wawasan baru dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pendidikan ilmu sosial.
Muryanto Amin, dalam penutupan seminar, kembali menegaskan bahwa kolaborasi antar institusi pendidikan sangat diperlukan dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Melalui kerjasama dan kolaborasi, kita dapat menghadapi tantangan di era ini dengan lebih baik dan efektif,” pungkasnya.
Direncanakan, rangkaian kegiatan akan ditutup pada 30 Agustus, yang akan diisi dengan melakukan kunjungan kebudayaan ke berbagai tempat yang ada di Pulau Bangka.
- Penulis:


