Guru Ikut Tarik Tambang, Semangat Kemerdekaan di SMPN 6 Sungailiat Bikin Sekolah Jadi Arena Kebersamaan
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 28 Agu 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar

Bagian dari Pendidikan Karakter yang Dikemas Dalam Suasana Menyenangkan
DOORSTOP.ID, SUNGAILIAT – Gelak tawa pecah di lapangan tengah UPTD SMP Negeri 6 Sungailiat. Guru yang biasanya berdiri di depan kelas kali ini ikut berlari, berebut bola, dan berlomba bersama siswa.
Tak ada jarak bangku dan papan tulis. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia itu, guru dan siswa bertemu dalam suasana yang lebih cair: bermain, bersorak, dan saling menyemangati.
Kegiatan berlangsung pada Senin (24/8/2026) dan Rabu (26/8/2026). Beragam permainan khas kemerdekaan digelar, mulai dari lari karung, estafet air, voli sarung, tarik tambang, hingga membawa kelereng menggunakan ban.
Para siswa menjadi peserta utama. Namun, perhatian juga tertuju kepada guru dan tenaga kependidikan yang ikut turun ke arena melalui lomba estafet bola dan estafet balon air.
Sorak-sorai siswa mengiringi setiap perlombaan. Kemenangan menjadi bonus. Yang lebih penting, sekolah ingin menghadirkan pengalaman bahwa sportivitas, kerja sama, disiplin, dan menghargai orang lain tidak selalu harus diajarkan lewat buku.
Kepala UPTD SMP Negeri 6 Sungailiat, Veronica, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dikemas dalam suasana menyenangkan.
“Ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Di dalamnya ada nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana anak-anak belajar menghargai teman,” ujar Veronica.
Menurut Veronica, keterlibatan guru memiliki arti tersendiri. Guru tidak hanya menjadi pengawas kegiatan, tetapi ikut merasakan kegembiraan yang sama dengan siswa.
“Kami ingin menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan. Ketika guru dan siswa dapat tertawa, bermain, dan berkompetisi bersama dalam suasana yang positif, akan tumbuh rasa memiliki terhadap sekolah,” katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nora, melihat perlombaan sebagai bentuk pembelajaran yang berlangsung tanpa sekat ruang kelas.
Anak-anak, kata dia, belajar mengikuti aturan, bekerja dalam tim, berkomunikasi, menjaga kekompakan, sekaligus menerima kemenangan dan kekalahan.
“Pembelajaran karakter seperti ini justru lebih mudah dipahami karena mereka mengalaminya secara langsung,” ujar Nora.
Ketua panitia, Virda, mengatakan antusiasme warga sekolah terlihat sejak kegiatan dimulai. Siswa memberikan dukungan kepada teman-temannya, sementara guru ikut mengambil bagian dalam sejumlah perlombaan.
“Yang paling penting bagi kami bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat menikmati kegiatan, menjunjung sportivitas, dan membangun kebersamaan,” kata Virda.
Bagi UPTD SMP Negeri 6 Sungailiat, perayaan kemerdekaan tahun ini bukan sekadar agenda tahunan.
Lapangan sekolah menjadi ruang untuk mempraktikkan nilai yang lebih besar: bagaimana menang tanpa merendahkan dan kalah tanpa menyerah.
Veronica berharap pengalaman tersebut terbawa ke kehidupan siswa sehari-hari, termasuk dalam proses belajar di kelas.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi generasi yang percaya diri, sportif, mampu bekerja sama, memiliki karakter yang baik, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya. (*)
- Penulis: admin


