Breaking News
light_mode
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

  • account_circle VRITIMES
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, JAKARTA – Bagi banyak pelaku usaha Indonesia, keinginan untuk mulai ekspor sering kali berhenti bukan karena tidak memiliki produk, tetapi karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Bagaimana menentukan negara tujuan? Dokumen apa yang dibutuhkan? Bagaimana mengetahui HS Code? Di mana mencari buyer? Bagaimana menghitung harga ekspor? Hingga bagaimana memastikan barang benar-benar dapat dikirim ke luar negeri?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering tersebar di banyak tempat.

Kondisi inilah yang mendorong dua anak muda, Steven Magnus dan Demas Pratama, membangun FUTRA Export, sebuah ekosistem yang mencoba membuat perjalanan ekspor lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.

Alih-alih hanya mengajarkan cara mencari buyer, keduanya melihat ekspor sebagai rangkaian proses yang saling terhubung.

Mulai dari memahami produk dan pasar, memeriksa kesiapan serta regulasi, menghitung harga jual, menemukan dan berkomunikasi dengan calon buyer, melakukan negosiasi, hingga akhirnya menjalankan shipment.

“Kami melihat banyak orang sebenarnya punya produk yang potensial, tapi bingung karena informasi ekspor ada di mana-mana. Satu informasi ada di website pemerintah, yang lain dari forwarder, buyer, komunitas, atau pengalaman eksportir. Masalahnya bukan tidak ada informasi, tapi bagaimana menghubungkan semuanya menjadi langkah yang bisa dijalankan,” ujar Steven Magnus.

Namun setelah bertahun-tahun berada di lapangan, Steven melihat ada persoalan lain yang menurutnya mulai menjadi semakin penting.

Menurutnya, tantangan eksportir Indonesia ke depan bukan lagi sekadar memahami cara melakukan ekspor atau cara mencari buyer.

Masalah berikutnya adalah bagaimana ketika pembeli dari luar negeri datang mencari supplier Indonesia, pelaku usaha Indonesia tersebut bisa ditemukan, dikenal, dan dipercaya.

“Kita terlalu sering bertanya bagaimana cara mencari buyer. Tapi kita jarang bertanya, ketika buyer mencari supplier Indonesia, apakah mereka bisa menemukan kita? Dan kalau mereka menemukan kita, apakah mereka cukup percaya untuk menghubungi dan bertransaksi dengan kita?” ujar Steven.

Hal tersebut membuat FUTRA mulai mendorong UMKM dan calon eksportir untuk tidak hanya mempersiapkan produk, tetapi juga mulai berani naik ke permukaan.

Salah satu caranya adalah melalui digital presence dan personal branding.

Menurut Steven, banyak pelaku usaha Indonesia sebenarnya memiliki produk, pengalaman, kapasitas produksi, bahkan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun informasi mengenai siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, dan mengapa buyer harus mempercayai mereka sering kali sulit ditemukan secara online.

“Personal branding yang kami maksud bukan berarti semua pengusaha harus menjadi influencer. Yang kami dorong sederhana: jangan sampai bisnis yang sebenarnya bagus justru tidak terlihat. Buyer hari ini bisa mengecek siapa kita, melihat website, LinkedIn, media sosial, aktivitas perusahaan, sampai jejak digital sebelum mereka memutuskan untuk percaya,” jelas Steven.

Karena itu, menurutnya edukasi ekspor tidak cukup berhenti pada dokumen dan transaksi.

Eksportir Indonesia juga perlu belajar bagaimana membangun kredibilitas dan menunjukkan kompetensinya kepada pasar internasional.

Steven sendiri telah menjalankan bisnis ekspor sejak usia muda dan aktif membagikan pengalaman mengenai perdagangan internasional kepada mahasiswa, UMKM, dan calon eksportir.

Dalam perjalanannya, ia kemudian bersama Demas Pratama mengembangkan FUTRA bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang mencoba menghubungkan edukasi dengan praktik di lapangan.

Menurut Demas, salah satu kesalahan yang sering terjadi pada eksportir pemula adalah terlalu cepat berfokus pada buyer.

“Semua orang ingin tahu cara mendapatkan buyer. Padahal ketika buyer datang, pertanyaan berikutnya justru lebih berat: produknya siap atau tidak, harganya sudah benar atau belum, dokumennya bagaimana, kapasitas produksinya cukup atau tidak, dan barangnya bisa masuk ke negara tujuan atau tidak. Itu yang ingin kami bantu rapikan,” jelas Demas.

Dari pemikiran tersebut, FUTRA mulai mengembangkan futraexport.com sebagai platform yang menggabungkan informasi, tools, pembelajaran, hingga sistem pendampingan perjalanan ekspor.

Ekosistem tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memahami perjalanan ekspor mulai dari validasi produk, kesiapan regulasi dan compliance, pengembangan pasar, komunikasi dengan buyer, hingga shipment.

Namun bagi Steven dan Demas, teknologi bukan tujuan akhirnya.

Mereka ingin mengubah persepsi bahwa ekspor hanya dapat dilakukan perusahaan besar atau orang dengan koneksi internasional.

“Kami ingin suatu hari orang yang baru punya ide untuk ekspor tidak harus membuka puluhan sumber dan bertanya ke mana-mana hanya untuk mengetahui langkah pertamanya. Harapannya, dia bisa memahami posisi bisnisnya, apa yang kurang, lalu tahu harus bergerak ke mana,” kata Steven.

Perjalanan tersebut juga mulai membawa FUTRA berinteraksi dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan Indonesia.

FUTRA juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membahas pengembangan ekspor, pendampingan UMKM, business matching, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar global.

Bagi keduanya, pertemuan-pertemuan tersebut bukan menjadi tujuan akhir.

Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana membuat pengetahuan ekspor yang kompleks menjadi sesuatu yang dapat dipahami, digunakan, dan akhirnya membantu lebih banyak pelaku usaha Indonesia berani tampil ke pasar internasional.

Karena pada akhirnya, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan produk untuk dijual ke dunia.

Indonesia juga tidak kekurangan orang yang ingin belajar ekspor.

Yang masih perlu diperbanyak adalah pelaku usaha yang siap, terlihat, dikenal, dan dipercaya oleh pasar internasional.

Dan mungkin, Steven Magnus dan Demas Pratama memang layak menjadi “terduga” yang membuat ekspor sedikit lebih mudah bagi generasi berikutnya.

Informasi mengenai ekosistem dan tools FUTRA dapat diakses melalui futraexport.com.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: VRITIMES

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paripurna HUT ke-260 Sungailiat, DPRD Bangka Soroti Tekanan Ekonomi Global dan Arah Pembangunan Kota

    Paripurna HUT ke-260 Sungailiat, DPRD Bangka Soroti Tekanan Ekonomi Global dan Arah Pembangunan Kota

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Tekanan Ekonomi Global Picu Kenaikan Harga Energi hingga Meningkatnya Beban Fiskal Pemerintah DOORSTOP.ID, SUNGAILIAT — DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-260 Kota Sungailiat, di ruang Paripurna DPRD Bangka, Senin (27/4/2026). Agenda ini menjadi forum refleksi atas capaian pembangunan dan respons daerah terhadap tekanan ekonomi global. Rapat dipimpin Ketua DPRD […]

  • UBB Gelar PMTU di SMKN 1 Tukak Sadai, Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Kelautan dan Perikanan

    UBB Gelar PMTU di SMKN 1 Tukak Sadai, Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Kelautan dan Perikanan

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    UBB Gelar PMTU di SMKN 1 Tukak Sadai, Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Kelautan dan Perikanan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui tim dosen dan mahasiswa melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Universitas (PMTU) di SMKN 1 Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, dengan fokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang kelautan dan perikanan. […]

  • PT Timah Kembali Gelontorkan Permodalan Bagi UMKM

    PT Timah Kembali Gelontorkan Permodalan Bagi UMKM

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PT Timah Kembali Gelontorkan Permodalan Bagi UMKM DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk mendukung perkembangan UMKM di wilayah operasional perusahaan PT Timah kembali menggelontorkan pinjaman modal kerja bagi UMKM. Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) PT Timah pada kuartal 1 […]

  • Inflasi Pangkalpinang Juli 2025 Tembus 1,71 Persen, Makanan dan Rokok Jadi Penyumbang Utama

    Inflasi Pangkalpinang Juli 2025 Tembus 1,71 Persen, Makanan dan Rokok Jadi Penyumbang Utama

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Inflasi Pangkalpinang Juli 2025 Tembus 1,71 Persen, Makanan dan Rokok Jadi Penyumbang Utama DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat laju inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2025 mencapai 1,71 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, serta sektor rekreasi […]

  • SONO Belle Bali Legian Hadirkan Babak Baru bagi Ikon Tepi Pantai Legian

    SONO Belle Bali Legian Hadirkan Babak Baru bagi Ikon Tepi Pantai Legian

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, BALI – SONO Hotels & Resorts Asia hari ini mengumumkan peluncuran SONO Belle Bali Legian, yang akan dibuka pada 1 September 2026 di tepi pantai Legian, di lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai Away Bali Legian Camakila. Peluncuran ini menghadirkan merek SONO Belle ke Indonesia untuk pertama kalinya, membawa positioning lifestyle yang terinspirasi alam ke […]

  • Bawaslu Kota Pangkalpinang Intensifkan Pengawasan Pengadaan Logistik Pilkada 2024

    Bawaslu Kota Pangkalpinang Intensifkan Pengawasan Pengadaan Logistik Pilkada 2024

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali mengungkapkan, pihaknya mengintensifkan pengawasan pengadaan logistik, yang nantinya akan didistribusikan dan digunakan saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Pangkalpinang. Kegiatan Pengawasan Pengadaan Logistik Pilkada 2024 itu, kata Imam, berlangsung di PT Inpera Pratama Indonesia, Jawa Timur, dengan dihadiri oleh sejumlah […]

expand_less