Festival Budaya Melayu, Upaya Konkret Pemkot Pangkalpinang Lestarikan Warisan Leluhur
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 23 Mei 2025
- visibility 110
- comment 0 komentar

Festival Budaya Melayu, Upaya Konkret Pemkot Pangkalpinang Lestarikan Warisan Leluhur
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Budaya Melayu bertajuk Dunia Melayu, Dunia Pemersatu yang digelar di Taman Sari Wilhelmina Park, Sabtu (23/5/2025) malam. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Melayu di tengah arus globalisasi yang kian deras.
Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti kepada wartawan, usai membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Subekti juga mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya festival ini. Ia menilai, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara menjaga identitas budaya lokal agar tidak tergerus zaman.
“Alhamdulillah, ini salah satu kegiatan untuk melestarikan budaya Melayu di Tanah Melayu. Jangan sampai lekang oleh panas, lapuk oleh hujan. Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti inilah, kita bisa ikut melestarikan budaya Melayu kita, termasuk salah satunya di Kota Pangkalpinang,” ujar Subekti.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi dan arus informasi yang tanpa batas harus disikapi dengan bijak. Salah satu caranya adalah memperkuat jati diri melalui budaya.
“Kita tahu saat ini dunia semakin canggih, teknologi informasi juga demikian. Negara pun seakan tak lagi memiliki batas yang jelas. Informasi apapun cepat masuk. Oleh karena itu, salah satu filter untuk mengantisipasi pengaruh negatif budaya luar adalah dengan menguatkan budaya lokal melalui kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Subekti berharap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa terus memperkuat komitmen dalam memajukan budaya Melayu, terutama di kalangan generasi muda.
“Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan semakin kuat memajukan budaya ini. Saat ini sudah dimulai dari sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa belajar, peduli, dan ikut melestarikan budaya Melayu melalui kegiatan seperti Festival Budaya Melayu ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Budaya Melayu. Salah satunya adalah Kentra atau Kesenian Tradisional Pengkal Festival.
“Festival ini terdiri dari empat kegiatan utama yang kami rancang, yang pertama yaitu khataman Al-Qur’an Berjamaah oleh sekitar 400an anak-anak SD kita, dan khusus event ini akan berlangsung selama dua hari hingga Sabtu besok. Disini kami menghadirkan pengisi acara dari berbagai kalangan, termasuk pegiat seni dan pelajar di Kota Pangkalpinang,” jelas Erwandy.
“Kami juga berharap Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat budaya lokal, juga menjadi sarana pembelajaran dan ekspresi kreatif bagi pelajar di Pangkalpinang,” tandasnya.
- Penulis: admin


