RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Gelar Pelatihan Service Excellent, Guna Bangun Budaya Ramah Pasien
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar

RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Gelar Pelatihan Service Excellent, Guna Bangun Budaya Ramah Pasien
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr. Thamrin berkomitmen untuk membangun budaya kerja yang profesional, responsif, serta berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
Salah satu langkah nyata yang diambil manajemen adalah menggelar in-house training mengenai service excellence dan komunikasi efektif bagi ratusan pegawainya, yang digelar di ruang pertemuan Betason, Jumat (18/9/2026).
dr. Thamrin menjelaskan bahwa pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, menjadi instrumen penting untuk membenahi kualitas pelayanan publik di rumah sakit milik pemerintah tersebut.
“Jadi rumah sakit ingin membangun budaya yang profesional, responsif, dan berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. Langkah salah satunya melalui in-house training service excellence ini,” kata dr. Thamrin kepada media ini.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, RSUD Depati Hamzah berhasil menyiasatinya melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menghadirkan narasumber ahli, yakni Ns. Laurentina Nona Eda, S.Kep., M.Kep. yang merupakan seorang trainer nasional sekaligus pakar keperawatan yang memiliki peran penting dalam penyusunan kurikulum pelatihan manajemen perioperatif kamar bedah di Indonesia.
“Kami juga punya keterbatasan anggaran, dan kebetulan narasumber ini luar biasa sekali. Dari kerjasama kita dengan Kemenkes. Jadi, dengan budget yang kami punya, nah, beliau bisa membantu kami,” ungkapnya.
Untuk gelombang pertama ini, manajemen melibatkan sekitar 200 orang atau sepertiga dari total keseluruhan pegawai rumah sakit.
“Dan, alhamdulillah kami ikutkan di sini ada sekitar 200 orang. Sepertiga ini, dan insyaallah nanti akan berkelanjutan. Jadi, kami ingin bangun budaya tadi,” tambah dr. Thamrin.
Manajemen RSUD Depati Hamzah bersikap terbuka terhadap evaluasi. dr. Thamrin secara blak-blakan mengakui bahwa masalah keramahan petugas dan lambatnya durasi pelayanan masih menjadi keluhan yang paling sering dilayangkan oleh masyarakat.
“Yang sering dengar soal keramahan. Kemudian, pelayanan yang belum cepat ya. Iya, masih lambat. Nah itu kami sudah evaluasi, mencari akar masalahnya, di mana sumbatan-sumbatan untuk yang pelayanan yang lambat tadi, dan tentunya sedang berproses ini,” tuturnya.
Melalui pelatihan intensif ini, ia menargetkan adanya perubahan paradigma berpikir bagi seluruh lini staf agar setiap warga yang datang mendapatkan pengalaman berobat yang positif.
“Dengan adanya budaya ini, itu bisa menjadi semacam hal yang berkesan lah bagi klien kami maupun keluarganya. Waktu berkunjung ke rumah sakit, ini menjadi pengalaman yang positif. Selama berkunjung, dilihat dari keramahan petugas, kecepatan dalam pemberian pelayanan, komunikasi yang jelas, kemudian juga kemudahan akses, insyaallah,” jelasnya.
Agar materi pelatihan tidak sekadar menjadi wacana, RSUD Depati Hamzah telah menyiapkan mekanisme kontrol yang ketat di lapangan. Manajemen menunjuk sejumlah Person in Charge (PIC) di setiap unit kerja yang bertugas mengawasi langsung sikap nakes maupun non-nakes, lalu melaporkannya secara berkala kepada Direktur. Sanksi tegas pun menanti bagi pegawai yang kedapatan melanggar komitmen pelayanan ini.
“Kontrolnya nanti tentunya fungsi paling penting itu di-controlling tadi ya, nanti ada PIC-nya, ini yang kami tunjuk. Itu yang akan melaporkan ke dokter (Direktur). Jika ada yang ditemukan masih ini (melanggar), tentunya ya, kita akan berikan sanksi,” tegas dr. Thamrin.
Lebih lanjut, dr. Thamrin juga menaruh harapan besar kepada 200 peserta yang menjadi angkatan pertama dalam pelatihan ini agar bersungguh-sungguh menyerap ilmu komunikasi dan pelayanan prima.
“Ya, harapannya mereka dapat sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, sehingga memperoleh wawasan dan keterampilan selama mengikuti pelatihan ini, dan yang paling penting itu dapat diterapkan dalam tugas keseharian mereka,” pungkasnya.
- Penulis: admin


