Enam Siswa MI Al-Arifin Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Usai Santap MBG, Guru Temukan Ulat dalam Susu
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar

Enam Siswa MI Al-Arifin Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Usai Santap MBG, Guru Temukan Ulat dalam Susu
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sebanyak enam siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Arifin mengalami mual, sakit perut, hingga muntah massal usai menyantap paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (18/9/2026) pagi. Selain gejala medis tersebut, salah seorang siswa juga melaporkan temuan ulat di dalam kemasan susu yang ia terima.
Pihak sekolah langsung melarikan keenam siswa madrasah swasta yang berlokasi di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah ini ke UPT Puskesmas Girimaya Pangkalpinang guna menjalani pemeriksaan dan observasi intensif.
Salah seorang guru MI Al-Arifin, Amanda, menceritakan bahwa pihak sekolah membagikan makanan MBG kepada siswa sekitar pukul 08.00 WIB. Para siswa kemudian mulai menyantap makanan tersebut sekitar pukul 08.30 WIB.
Awalnya, aktivitas belajar-mengajar berlangsung normal. Namun, situasi berubah tegang antara pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ketika seorang siswa tiba-tiba melapor kepada guru setelah melihat benda asing di dalam susunya.
“Bu, ada ulat,” ujar siswa tersebut, menirukan aduan sang murid.
Tak berselang lama setelah temuan itu, sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing, mual, dan sakit perut yang hebat hingga berujung muntah.
“Yang muntah semuanya, enam-enamnya muntah,” kata Amanda saat memberikan keterangan.
Pihak sekolah bergerak cepat membawa para siswa ke UPT Puskesmas Girimaya sekitar pukul 10.30 WIB.
Meski demikian, Amanda menjelaskan bahwa temuan ulat tersebut hanya ada pada satu kemasan susu. Ia juga mengaku belum bisa memastikan apakah gangguan kesehatan yang menimpa anak didiknya mutlak bersumber dari paket makanan program pemerintah tersebut.
“Enggak tahu, itu anak-anak antara dari luar apa dari MBG, belum tahu,” ujarnya.
Menurut pengamatan Amanda, siswa lain yang tidak mengonsumsi susu tersebut sejauh ini tidak mengeluhkan gejala sakit apa pun. Guru lain di sekolah yang sama juga menambahkan bahwa mereka telah memeriksa tanggal kedaluwarsa produk. “Kadaluarsanya masih lama,” cetus guru tersebut.
Setibanya di UPT Puskesmas Girimaya, petugas kesehatan langsung memberikan penanganan medis dan mengobservasi kondisi keenam siswa. Setelah kondisi mereka dinilai stabil, petugas mengizinkan para siswa pulang ke rumah masing-masing.
Namun, tim medis meminta orang tua untuk tetap memantau perkembangan kondisi anak mereka secara ketat. Jika muncul keluhan berat, terutama muntah-muntah hebat secara berulang, orang tua diimbau untuk segera membawa anak kembali ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan medis resmi yang menyimpulkan bahwa keluhan para siswa merupakan akibat dari keracunan makanan MBG.
Upaya wartawan untuk mendapatkan penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan dan kondisi terkini para siswa sempat terkendala. Kepala UPT Puskesmas Girimaya, Emi Yuliani, diketahui sudah tidak berada di tempat saat wartawan mendatangi puskesmas pada Jumat siang.
Salah seorang staf puskesmas mengonfirmasi bahwa pimpinannya sempat ngantor singkat sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
“Ibu Emi sudah pulang tadi. Tadi sempat datang sebentar, lalu sudah pulang,” ungkap staf tersebut.
Staf itu juga memastikan Kepala Puskesmas tidak akan kembali ke kantor karena operasional pelayanan hari Jumat telah selesai.
“Tidak lagi, karena sudah jam tutup. Sekarang hari Jumat, jam setengah 12 sudah tutup,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari gejala mual dan muntah yang dialami keenam siswa MI Al-Arifin masih menyisakan tanda tanya. Belum ada bukti ilmiah atau keterangan otoritas resmi yang mengaitkan hubungan sebab-akibat antara konsumsi paket MBG dengan keluhan kesehatan para siswa. Penyelidikan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan serta susu yang dikonsumsi siswa masih diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.
Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi seluas-luasnya bagi UPT Puskesmas Girimaya, pihak sekolah, penyedia MBG, maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan lebih lanjut.
- Penulis: admin


