Tragis, Pencari Udang Diduga Diterkam Buaya, Ditemukan dalam Kondisi Tidak Utuh
- account_circle
- calendar_month Sel, 19 Nov 2024
- visibility 94
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, BANGKA BARAT — Pencarian intensif terhadap Jaka (65), seorang pencari udang yang dilaporkan hilang di Sungai Dusun Pisang, akhirnya menemui titik akhir yang memilukan.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad Jaka dalam kondisi tidak utuh di tengah rawa-rawa berlumpur sejauh 3,7 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.
Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis hingga larut malam, dan selesai pada pukul 23.44 WIB.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, I Made Oka, medan rawa-rawa berlumpur itu menjadi tantangan besar dalam proses evakuasi jasad korban.
“Tim SAR Gabungan, dibantu warga sekitar, berhasil menemukan potongan tubuh korban. Medan yang sulit membuat proses evakuasi memakan waktu cukup lama. Setelah berhasil mengevakuasi seluruh bagian tubuh korban, jasad langsung dibawa ke Puskesmas Jebus,” jelasnya, pada Senin (18/11/2024) malam.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk unsur warga, BPBD, dan para nelayan lokal. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.
Oka kemudian menceritakan kronologi kejadian tragis tersebut. Diungkapkannya, Jaka, warga Desa Tugang itu berangkat mencari udang bersama dua rekannya pada 17 November 2024 sekitar pukul 16.30 WIB.
Ketiganya menggunakan perahu masing-masing dan berpisah untuk menjelajahi alur Sungai Dusun Pisang. Biasanya, Jaka kembali ke rumah sekitar pukul 01.00 dini hari. Namun, hingga pagi hari, ia tidak kunjung pulang.
Rekan Jaka yang curiga, kemudian menyusuri sungai dan menemukan motor korban telah terendam air akibat pasang muara.
Lebih lanjut, perahu korban ditemukan hanyut sejauh 2 kilometer dari tepi sungai. Warga sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil.
Salah satu rekan Jaka, Ruslan, akhirnya melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang. Mendapat laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi.
Dalam operasi pencarian yang melibatkan Tim Rescue USS Mentok, BPBD Bangka Barat, Babinkamtibmas, dan warga setempat, teknologi drone DJI Mavic 3 Thermal juga digunakan untuk membantu pencarian di malam hari.
Meski upaya pencarian di hari pertama tidak membuahkan hasil, akhirnya kerja keras tim berhasil menemukan korban pada keesokan harinya dalam kondisi tak utuh, diduga akibat diterkam buaya.
Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat bekerja di lingkungan alam yang berisiko tinggi.
- Penulis:


