Gara-Gara Sebut Tak Ingin Anak Jadi WNI, Eks Penerima LPDP Kini Terancam Blacklist dan Wajib Bayar Ganti Rugi
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 24 Feb 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar

Gara-Gara Sebut Tak Ingin Anak Jadi WNI, Eks Penerima LPDP Kini Terancam Blacklist dan Wajib Bayar Ganti Rugi
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keras polemik yang dipicu oleh pemilik akun media sosial @sasetyaningtyas. Purbaya menyesalkan pernyataan akun tersebut yang sempat viral karena menyebut, “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan.”
Tak sekadar menyesalkan, Kementerian Keuangan langsung bergerak cepat dengan menegakkan aturan ketat di lingkup Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Purbaya mengonfirmasi bahwa pihak LPDP telah berkomunikasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan untuk menuntut pertanggungjawaban.
“Jadi tadi Dirut LPDP sudah bertemu dengan suaminya dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai beserta bunganya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBNKita di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya menekankan, fasilitas beasiswa yang dinikmati para penerima LPDP berasal dari dana publik yang harus dipertanggungjawabkan secara moral. Ia mengingatkan agar para alumni tidak justru berbalik menghina tanah air.
“Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan biar SDM kita tumbuh. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara, ya kita minta uangnya kembali dengan bunganyalah,” tegasnya.
Sanksi bagi mereka yang dianggap tidak etis terhadap negara ini pun tidak main-main. Purbaya berencana memutus akses karier yang bersangkutan di sektor pemerintahan secara permanen.
“Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan dia tidak akan bisa masuk (bekerja). Jangan menghina negara Anda sendiri,” tuturnya.
Sebagai refleksi, Purbaya menceritakan pengalamannya menempuh studi doktoral di luar negeri dengan biaya pribadi namun tetap memilih pulang untuk mengabdi. Ia berpesan, meski tidak semua orang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, setidaknya jangan sampai merendahkan negara sendiri.
“Tak apa kalau tidak patriotis, tetapi jangan menghina negara,” tutup Purbaya.
- Penulis: admin


