Pj Wali Kota Pangkalpinang Soroti Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi Lemah, Dorong Investasi dan UMKM
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 12 Des 2024
- visibility 100
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, memimpin rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi di Smart Room Center (SRC), Kantor Wali Kota Pangkalpinang, pada Senin (9/12/2024).
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota yang mengalami pelemahan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Yang kami fokuskan adalah bagaimana kita berkoordinasi dengan BPS untuk meminta strategi khusus terkait pertumbuhan ekonomi yang ada di kita,” ungkap Budi, seperti yang dikutip redaksi dari situs resmi Pemkot Pangkalpinang, pada Kamis (12/12/2024).
Ia menyoroti bahwa salah satu penyebab lemahnya pertumbuhan ekonomi adalah tingginya angka pengangguran. Dalam evaluasi hasil rapat inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri RI, Pangkalpinang masuk dalam daftar 42 kabupaten/kota dengan tantangan terbuka terkait lapangan pekerjaan.
“Kita paling bawah. Harusnya kita tidak masuk ke-42 itu. Artinya, kita harus mempromosikan supaya investasi datang ke Pangkalpinang,” tegasnya.
Selain itu, Budi mengungkapkan bahwa penutupan smelter di daerah tersebut turut memberikan dampak negatif terhadap perekonomian lokal.
Untuk mengatasi tantangan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya membuka lapangan pekerjaan sebagai solusi pengurangan pengangguran. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menggelar job fair yang berhasil membuka 500 lapangan pekerjaan.
“Lapangan pekerjaan harus kita buka seperti di job fair kemarin, dan hasilnya harus dilaporkan sehingga pengangguran kita berkurang. UMKM ini juga salah satunya untuk mengurangi pengangguran,” jelas Budi.
Ia juga mendorong semua pihak, termasuk para pelaku usaha, untuk berkolaborasi demi menciptakan peluang kerja baru. Salah satu strategi yang digarisbawahi adalah mendorong belanja lokal agar uang berputar di dalam kota.
“Kita harus kolaborasikan semuanya. Kita harus belanja yang lokal. Kalau ada pengadaan, kita beli di dalam ini saja,” ujarnya.
Budi menutup rapat tersebut dengan harapan, agar sinergi dan kolaborasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan dapat menghidupkan kembali perekonomian kota Pangkalpinang.
Dengan langkah-langkah tersebut, ia optimistis pertumbuhan ekonomi kota Pangkalpinang akan bangkit kembali.
- Penulis: admin


