Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » OPINI » Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

Oleh: Yudhistira Jaya Suprana (Bukan Siapa-Siapa)

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang penuh komentar, saran tanpa diminta dan penghakiman halus berkedok kepedulian, membuat kita merasa hidup dalam masyarakat yang gemar “mencampuri”.

Banyak orang bisa dengan mudah masuk ke urusan ataupun domain, baik itu pribadi maupun kelompok/golongan lain, hanya berbekal rasa ingin tahu, merasa berhak menilai, bahkan yang lebih kerennya mau mengatur sesuatu yang bukan “miliknya”.

Padahal, jika kita membuka mata lebih lebar dan menengok ke dunia hewan yang selama ini kita anggap “lebih rendah”, ternyata ada pelajaran besar tentang kecerdasan yang bisa kita petik, salah satunya yaitu tentang menjadi cerdas bukan soal tahu segalanya, tapi tahu kapan harus diam dan tidak ikut campur.

Simpanse misalnya. Hewan yang dikenal memiliki DNA paling mirip dengan manusia ini menunjukkan kecerdasan luar biasa. Yang mana, mereka mampu menggunakan alat, mengingat pola, bahkan mempelajari bahasa isyarat.

Tapi dalam komunitasnya, simpanse tahu struktur dan batasan, mereka tidak tiba-tiba mencampuri urusan kawanan lain, jika itu bukan bagiannya. Mereka menghormati sistem sosial dan tidak mencari masalah di luar kelompoknya.

Kemudian Lumba-lumba. Mamalia laut yang terkenal pintar dan penuh empati, memiliki komunikasi kompleks dan perilaku sosial yang terorganisir. Namun, mereka hidup dalam kawanan sendiri, menjaga harmoni tanpa menyerobot ruang makhluk lain.

Mereka membantu saat diperlukan, bukan karena ingin merasa lebih hebat, tetapi karena itu bagian dari ikatan sosial mereka bukan sekadar keinginan untuk ikut campur.

Selanjutnya Gajah. Mereka memiliki ingatan tajam, kemampuan berduka dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Mereka bermigrasi dengan tertib, menjaga jalur hidup mereka sendiri dan tidak merusak habitat makhluk lain. Gajah tahu batas. Meski kuat, mereka tidak merasa berhak menguasai semua.

Hal serupa juga terlihat pada burung gagak dan gurita. Dua hewan dari dunia yang sangat berbeda, tapi sama-sama memiliki kecerdasan tinggi.

Gagak bisa membuat alat dan memahami konsep sebab-akibat, tapi mereka tak serta merta menyerobot sarang burung lain. Gurita bisa keluar dari labirin dan menyamar dengan cerdik, namun tetap menjaga jarak dari wilayah makhluk lain jika tidak terancam.

Semua contoh itu, menunjukkan satu hal penting, yakni “mereka tahu ruang mana yang menjadi hak mereka dan mana yang bukan”. Mereka tidak menginjak “lahan” lain, serta tak mencampuri hidup makhluk lain jika tak ada alasan untuk itu.

Berbeda dengan manusia. Di era yang serba canggih ini, kita justru sering lupa diri. Kita merasa berhak menilai pilihan hidup orang lain, ikut campur urusan pribadi yang bahkan tak menyentuh hidup kita.

Kita masuk ke “lahan” orang lain, baik secara fisik maupun emosional, tanpa diminta, tanpa izin, tanpa urgensi, atau dasar-dasar lainnya.

Padahal, di balik sikap seperti itu acapkali terselip keangkuhan, bukan kepedulian. Bukan ingin membantu, tapi ingin merasa lebih baik atau menonjol dari yang lain.

Dari jabaran tadi, kita sebagai manusia ini harusnya belajar tentang “cerdas saja tidak cukup”. Sebagai manusia yang derajatnya lebih tinggi, kita perlu “tahu batas”.

Kita harus sadar, bahwa tidak semua hal harus dikomentari. Tidak semua keputusan orang perlu ditanggapi. Dan tidak semua ruang itu bisa dan layak kita masuki.

Jika hewan-hewan cerdas pun tahu kapan harus menjaga jarak, mengapa kita yang merasa lebih unggul justru sering lupa?

Karena itu, mari renungkan satu prinsip sederhana namun esensial, yakni “Jika bukan ladangmu, jangan tanami. Jika bukan hidupmu, jangan campuri”.

Itu bukan hanya demi orang lain, tapi juga demi menjaga martabat kita sendiri sebagai manusia yang benar-benar bijak.

Sekian saya tutup tulisan ini. Maafkan segala kekurangan yang mewarnai tulisan ini. Karena kembali lagi, saya cuma manusia biasa jauh dari sempurna. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Babel Siapkan Tiga Armada Logistik Angkut Bantuan ke Pengungsian Kebakaran Serdang Pagi Ini

    PWI Babel Siapkan Tiga Armada Logistik Angkut Bantuan ke Pengungsian Kebakaran Serdang Pagi Ini

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PWI Babel Siapkan Tiga Armada Logistik Angkut Bantuan ke Pengungsian Kebakaran Serdang Pagi Ini DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Tim Posko Kemanusiaan PWI Babel Peduli mulai menaikkan ratusan paket barang bantuan ke atas armada angkutan pada Selasa (13/10/2026) pagi. Sebanyak tiga unit kendaraan yang terdiri dari satu dump truck dan dua mobil pick up dikerahkan untuk mengangkut […]

  • Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Beliadi dan Anggota Komisi IV DPRD Babel Sambangi RSUD Ir. Soekarno

    Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Beliadi dan Anggota Komisi IV DPRD Babel Sambangi RSUD Ir. Soekarno

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Beliadi dan Anggota Komisi IV DPRD Babel Sambangi RSUD Ir. Soekarno DOORSTOP.ID, MERAWANG — Wakil Ketua DPRD Babel, Beliadi, bersama Anggota Komisi IV Heryawandi dan Adi Sucipto, melakukan kunjungan ke RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, guna menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut yang kurang optimal. Di kesempatan tersebut, […]

  • FLOQ Bawa Komunitas Kripto Ramaikan Coinfest Asia 2026 Bali

    FLOQ Bawa Komunitas Kripto Ramaikan Coinfest Asia 2026 Bali

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DOORSTOP.id, Bali – Perjalanan menuju salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara, Coinfest Asia 2026 dimulai jauh sebelum para peserta tiba di Bali. Sebanyak 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program Community Bus yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perjalanan darat tersebut […]

  • Gempa dan Tsunami Aceh: Mengenang Tragedi yang Terjadi Tepat 20 Tahun Silam

    Gempa dan Tsunami Aceh: Mengenang Tragedi yang Terjadi Tepat 20 Tahun Silam

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID — Hari ini, dua puluh tahun yang lalu, dunia menyaksikan salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. Sebuah gempa bumi berkekuatan 9,1–9,3 magnitudo mengguncang Samudera Hindia, sekitar 157 kilometer barat Meulaboh, dengan kedalaman 30 kilometer, memicu terjadinya tsunami dahsyat yang melanda pesisir berbagai negara, termasuk Indonesia. Peristiwa yang terjadi pada Minggu 26 Desember 2004, […]

  • BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

    BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2026
    • account_circle Vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DOORSTOP.id, Jakarta – BRI bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menggelar kegiatan Yoga Session di Kantor Pusat Pelni pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara BRI dan Pelni sekaligus upaya mendorong penerapan work life balance bagi pekerja kedua perusahaan. Acara ini dihadiri oleh Direktur Keuangan Pelni, Triswahyu Herlina. Dari […]

  • Kemendagri Tegaskan Penguatan Peran Inspektorat Daerah Lewat Penilaian Kinerja Nasional

    Kemendagri Tegaskan Penguatan Peran Inspektorat Daerah Lewat Penilaian Kinerja Nasional

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Kemendagri Tegaskan Penguatan Peran Inspektorat Daerah Lewat Penilaian Kinerja Nasional DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penilaian kinerja inspektur daerah menjadi langkah strategis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memperkuat peran inspektorat sebagai pilar utama pengawasan internal pemerintahan. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri, Dr. Ir. Bachril Bakri, dalam rapat penilaian kinerja inspektur daerah yang digelar […]

expand_less