Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » OPINI » Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Cerdas Saja Tak Cukup, Belajarlah Tahu Batas

Oleh: Yudhistira Jaya Suprana (Bukan Siapa-Siapa)

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang penuh komentar, saran tanpa diminta dan penghakiman halus berkedok kepedulian, membuat kita merasa hidup dalam masyarakat yang gemar “mencampuri”.

Banyak orang bisa dengan mudah masuk ke urusan ataupun domain, baik itu pribadi maupun kelompok/golongan lain, hanya berbekal rasa ingin tahu, merasa berhak menilai, bahkan yang lebih kerennya mau mengatur sesuatu yang bukan “miliknya”.

Padahal, jika kita membuka mata lebih lebar dan menengok ke dunia hewan yang selama ini kita anggap “lebih rendah”, ternyata ada pelajaran besar tentang kecerdasan yang bisa kita petik, salah satunya yaitu tentang menjadi cerdas bukan soal tahu segalanya, tapi tahu kapan harus diam dan tidak ikut campur.

Simpanse misalnya. Hewan yang dikenal memiliki DNA paling mirip dengan manusia ini menunjukkan kecerdasan luar biasa. Yang mana, mereka mampu menggunakan alat, mengingat pola, bahkan mempelajari bahasa isyarat.

Tapi dalam komunitasnya, simpanse tahu struktur dan batasan, mereka tidak tiba-tiba mencampuri urusan kawanan lain, jika itu bukan bagiannya. Mereka menghormati sistem sosial dan tidak mencari masalah di luar kelompoknya.

Kemudian Lumba-lumba. Mamalia laut yang terkenal pintar dan penuh empati, memiliki komunikasi kompleks dan perilaku sosial yang terorganisir. Namun, mereka hidup dalam kawanan sendiri, menjaga harmoni tanpa menyerobot ruang makhluk lain.

Mereka membantu saat diperlukan, bukan karena ingin merasa lebih hebat, tetapi karena itu bagian dari ikatan sosial mereka bukan sekadar keinginan untuk ikut campur.

Selanjutnya Gajah. Mereka memiliki ingatan tajam, kemampuan berduka dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Mereka bermigrasi dengan tertib, menjaga jalur hidup mereka sendiri dan tidak merusak habitat makhluk lain. Gajah tahu batas. Meski kuat, mereka tidak merasa berhak menguasai semua.

Hal serupa juga terlihat pada burung gagak dan gurita. Dua hewan dari dunia yang sangat berbeda, tapi sama-sama memiliki kecerdasan tinggi.

Gagak bisa membuat alat dan memahami konsep sebab-akibat, tapi mereka tak serta merta menyerobot sarang burung lain. Gurita bisa keluar dari labirin dan menyamar dengan cerdik, namun tetap menjaga jarak dari wilayah makhluk lain jika tidak terancam.

Semua contoh itu, menunjukkan satu hal penting, yakni “mereka tahu ruang mana yang menjadi hak mereka dan mana yang bukan”. Mereka tidak menginjak “lahan” lain, serta tak mencampuri hidup makhluk lain jika tak ada alasan untuk itu.

Berbeda dengan manusia. Di era yang serba canggih ini, kita justru sering lupa diri. Kita merasa berhak menilai pilihan hidup orang lain, ikut campur urusan pribadi yang bahkan tak menyentuh hidup kita.

Kita masuk ke “lahan” orang lain, baik secara fisik maupun emosional, tanpa diminta, tanpa izin, tanpa urgensi, atau dasar-dasar lainnya.

Padahal, di balik sikap seperti itu acapkali terselip keangkuhan, bukan kepedulian. Bukan ingin membantu, tapi ingin merasa lebih baik atau menonjol dari yang lain.

Dari jabaran tadi, kita sebagai manusia ini harusnya belajar tentang “cerdas saja tidak cukup”. Sebagai manusia yang derajatnya lebih tinggi, kita perlu “tahu batas”.

Kita harus sadar, bahwa tidak semua hal harus dikomentari. Tidak semua keputusan orang perlu ditanggapi. Dan tidak semua ruang itu bisa dan layak kita masuki.

Jika hewan-hewan cerdas pun tahu kapan harus menjaga jarak, mengapa kita yang merasa lebih unggul justru sering lupa?

Karena itu, mari renungkan satu prinsip sederhana namun esensial, yakni “Jika bukan ladangmu, jangan tanami. Jika bukan hidupmu, jangan campuri”.

Itu bukan hanya demi orang lain, tapi juga demi menjaga martabat kita sendiri sebagai manusia yang benar-benar bijak.

Sekian saya tutup tulisan ini. Maafkan segala kekurangan yang mewarnai tulisan ini. Karena kembali lagi, saya cuma manusia biasa jauh dari sempurna. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Timah Beri Bantuan Pesantren Kilat di Taman Bacaan Menara Bestari Belitung Timur

    PT Timah Beri Bantuan Pesantren Kilat di Taman Bacaan Menara Bestari Belitung Timur

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PT Timah Beri Bantuan Pesantren Kilat di Taman Bacaan Menara Bestari Belitung Timur DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Dalam momentum bulan Ramadan 1446 Hijriah, PT Timah berpartisipasi dalam mendukung kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat seperti pesantren kilat. Seperti kali ini, PT Timah mendukung kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan Pengurus Taman Bacaan Menara Bestari dari Masjid As […]

  • Hari Pertama OZM 2024, Kompol Suhartono: Aman dan Kondusif

    Hari Pertama OZM 2024, Kompol Suhartono: Aman dan Kondusif

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — Operasi Zebra Menumbing (OZM) 2024 resmi dimulai sejak Senin 14 Oktober 2024 kemarin. Alhasil, dihari pertama operasi tersebut terpantau aman dan kondusif. Hal tersebut disampaikan Kapusdalopsda Operasi Zebra Menumbing 2024, Kompol Suhartono pada Selasa (15/10/2024) pagi, seperti yang dikutip redaksi DOORSTOP.ID dari rilis resmi Humas Polda Babel. “Hasil operasi pada hari pertama di […]

  • Artificial Reef PT Timah di Rambak Berhasil Menjadi Karang Alami

    Artificial Reef PT Timah di Rambak Berhasil Menjadi Karang Alami

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Artificial Reef PT Timah di Rambak Berhasil Menjadi Karang Alami DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Upaya PT Timah Tbk dalam menenggelamkan artificial reef atau terumbu karang buatan, merupakan bagian dari program rehabilitasi ekosistem laut yang dilakukan perusahaan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu, kini mulai membuahkan hasil. Di mana, struktur terumbu karang buatan yang telah […]

  • PT Timah Lepaskan Ribuan Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur dan Karimun

    PT Timah Lepaskan Ribuan Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur dan Karimun

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PT Timah Lepaskan Ribuan Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur dan Karimun DOORSTOP.ID, KUNDUR — PT Timah terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, bagi masyarakat perikanan melalui kegiatan pelepasan bibit kepiting bakau di Perairan Kundur, Provinsi Kepulauan Riau. Anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu, melepaskan sebanyak 1100 […]

  • Resmi, UKW PWI Babel Digelar 21-22 Oktober 2026

    Resmi, UKW PWI Babel Digelar 21-22 Oktober 2026

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Resmi, UKW PWI Babel Digelar 21-22 Oktober 2026 DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi mematangkan persiapan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 dan 22 Oktober 2026 mendatang di Cordela Hotel Pangkalpinang. Sebelum ujian utama digelar, para peserta diwajibkan mengikuti sesi Pra-UKW pada 20 Oktober […]

  • BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

    BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

    • calendar_month Ming, 20 Sep 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, YOGYAKARTA — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sedikitnya 5,2 miliar anomali trafik internet terjadi di Indonesia sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,78 persen teridentifikasi sebagai aktivitas terkait malware yang berpotensi berkembang menjadi serangan ransomware. Data ini dipaparkan langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN dalam sebuah forum industri […]

expand_less