Pemerintah Salurkan AML untuk 394 Rumah Tangga di Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 16 Des 2024
- visibility 72
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik), bekerja sama dengan Komisi XII DPR RI, melaksanakan program penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik (AML) bagi 596 rumah tangga (RT) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari 596 RT di provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, terdapat 394 RT di Kota Pangkalpinang, yang menjadi target penerima AML pada tahun 2024 ini.
Dalam kegiatan pendistribusian alat memasak berbasis listrik bagi rumah tangga Kota Pangkalpinang, Penjabat (Pj) Wali Kota, Budi Utama, menekankan pentingnya program ini sebagai langkah nyata mendukung penggunaan energi yang lebih efisien.
“Pemberian ini merupakan gelombang yang kedua, tentu ini adalah wujud nyata, kerja nyata dari pak Bambang Patijaya selaku anggota DPR RI dapil Bangka Belitung,” ungkap Budi kepada wartawan, di Taman Wilhelmina, Senin (16/12/2024).
“Penerima di Kota Pangkalpinang sebagai target distribusi AML ini terbanyak se Babel yang mencakup tujuh kecamatan yang ada, yaitu Bukit Intan ada 64 RT, Gabek 69 RT, Gerunggang 38 RT, Girimaya 25 RT, Pangkal Balam 39 RT, Rangkui 87 RT dan Taman Sari ada 72 RT,” lanjut Budi.
Budi berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pengurangan biaya bahan bakar memasak, tetapi juga mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan energi bersih dan modern.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses energi bersih yang terjangkau dan mendukung penggunaan teknologi memasak yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Bambang Patijaya menegaskan bahwa program ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat untuk beralih ke penggunaan listrik sebagai energi utama memasak.
“Memang sebagian besar masyarakat kita dalam memasak itu pakai elpiji. Nah, pelan-pelan kita ingin arahkan masyarakat mulai terbiasa dengan menggunakan listrik. Itu salah satu ciri masyarakat modern,” ucap Bambang.
Ia juga menyoroti fakta bahwa mayoritas elpiji yang digunakan saat ini berasal dari impor. “Walaupun pemerintah memberikan subsidi terhadap elpiji, tapi sebenarnya 80% dari elpiji itu kita impor. Kita ingin ada transisi, pelan-pelan kita edukasi sehingga ke depan tingkat konsumsi listrik masyarakat akan meningkat dan terukur sesuai dengan kebutuhan mereka nantinya,” tandasnya.
- Penulis: admin


