Bocah 7 Tahun Korban Serangan Buaya Akhirnya Ditemukan
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 4 Feb 2025
- visibility 99
- comment 0 komentar

Bocah 7 Tahun Korban Serangan Buaya Akhirnya Ditemukan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Setelah dua hari pencarian, jasad seorang anak perempuan berinisial T.R. (7), warga Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, yang dilaporkan hilang akibat serangan buaya di perairan Sungai Batu Rusa, Jembatan Emas, akhirnya ditemukan.
Korban sebelumnya dilaporkan diterkam buaya di perairan tersebut pada Minggu (2/2/2025) lalu, ditemukan oleh seorang nelayan bernama Rustam, pada Selasa (4/2/2025) pukul 00.45 WIB, yang melihat jasad korban mengapung sekitar satu mil dari lokasi kejadian.
Kasat Polairud Polresta Pangkalpinang, AKP Asmadi mengatakan, usai mendapatkan laporan tersebut, tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 01.22 WIB.
“Kami mendapat laporan dari seorang nelayan bernama Rustam yang sedang memasang bubu kepiting, melihat jasad korban sekitar satu mil dari lokasi kejadian. Lalu kami beserta tim gabungan segera bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban,” ujar Asmadi.
Asmadi menjelaskan, saat ditemukan, tubuh korban masih dalam keadaan utuh, namun terdapat luka gigitan di pergelangan kaki akibat serangan buaya tersebut.
“Jasadnya kemudian langsung dibawa ke rumah duka. Selanjutnya, pukul 01.43 WIB, tim melakukan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi pencarian,” jelasnya.
Asmadi juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya. Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar perairan, agar lebih waspada terhadap ancaman satwa liar, terutama buaya,” ucap Asmadi.
“Jika melihat tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan kepada pihak berwenang agar langkah pencegahan bisa dilakukan,” imbuhnya.
Asmadi menambahkan, operasi evakuasi korban ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tujuh personel Kansar Pangkalpinang, lima personel ABK RBB 01 Pangkalpinang, empat personel Ditpolairud Polda Babel, dua personel Satpolairud Polresta Pangkalpinang, empat personel Bakamla Babel, satu personel ORARI Pangkalpinang, dua personel Laskar Sekaban, satu personel Saka SAR, empat orang keluarga korban, serta lima orang nelayan.
“Dengan ditemukannya jasad korban, operasi SAR resmi ditutup. Kami juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan buaya,” tukasnya.
- Penulis: admin


