QRIS Makin Populer, Omzet UMKM Ikut Meroket
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 7 Feb 2025
- visibility 133
- comment 0 komentar

QRIS Makin Populer, Omzet UMKM Ikut Meroket
DOORSTOP.ID (UMKM INDONESIA) — Sistem pembayaran digital berbasis QRIS semakin diminati masyarakat. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa hingga Juli 2024, pertumbuhan transaksi QRIS melonjak 226,54 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pesatnya perkembangan teknologi serta meningkatnya jumlah pengguna ponsel pintar menjadi faktor utama di balik tren ini. Generasi milenial, generasi Z, hingga generasi Alpha pun semakin mengandalkan metode pembayaran non-tunai karena dianggap lebih praktis dibanding uang tunai.
Masih Banyak UMKM yang Ragu Menggunakan QRIS
Meski pengguna QRIS terus meningkat, banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang masih enggan beralih ke sistem ini. Salah satu alasannya adalah adanya biaya potongan atau Merchant Discount Rate (MDR) yang dikenakan kepada pedagang dalam setiap transaksi.
Padahal, biaya MDR yang berlaku cukup terjangkau, yakni 0,4 persen untuk transaksi di atas Rp100.000. Sementara itu, transaksi di bawah nominal tersebut tidak dikenakan potongan apa pun.
Selain faktor biaya, sebagian pelaku UMKM juga khawatir akan risiko penyalahgunaan data pribadi, penipuan menggunakan QRIS, kendala jaringan, hingga kurangnya pemahaman dalam mengoperasikan sistem ini.
Menurut Diana Yumanita, Direktur Grup Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, literasi digital yang masih rendah menjadi salah satu tantangan utama dalam adopsi QRIS di kalangan UMKM.
“Risiko itu memang ada, tetapi bisa diminimalkan dengan memahami cara penggunaan sistem pembayaran digital yang baik dan benar,” ujar Diana.
QRIS Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM
Meski masih ada kekhawatiran, banyak pelaku usaha yang telah membuktikan manfaat QRIS dalam mendongkrak omzet.
Abdul Muis, seorang pengusaha kebab di kawasan Universitas Diponegoro, Semarang, awalnya hanya menerima pembayaran tunai. Namun, setelah mencoba menggunakan QRIS, ia merasakan dampak positifnya terhadap penjualan.
“QRIS ini bikin transaksi jadi lebih cepat dan efektif. Pembeli, terutama mahasiswa, jadi lebih nyaman karena nggak perlu repot cari uang tunai atau kembalian. Sejak pakai QRIS, omzet saya meningkat,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Putri Atika, pemilik brand Mutiara Songket dari Aceh. Sejak menggunakan QRIS, omzetnya melonjak dari Rp100 juta menjadi Rp300 juta per tahun.
Ia menilai metode pembayaran digital ini sangat membantu, terutama saat mengikuti berbagai pameran seperti KKI, Inacraft, hingga Paris Fashion Week.
“Ada peningkatan penghasilan yang signifikan karena QRIS. Setiap tahun penjualan saya terus meningkat,” ujarnya.
Saatnya UMKM Beradaptasi dengan Teknologi
Penyediaan metode pembayaran QRIS terbukti dapat mempermudah transaksi dan meningkatkan potensi omzet bisnis. Namun, edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran digital secara aman dan bijak ini, juga menjadi hal yang tak kalah pentingnya.
Jadi, sahabat doorstop.id, sudah siapkah untuk menyediakan QRIS untuk transaksi bisnis Anda?
- Penulis: admin


