PT Timah Ajak Pelajar Madrasah Aliyah Terpadu Bina Insan Cendikia Selami Dunia Pengolahan Timah
- account_circle
- calendar_month Kam, 5 Sep 2024
- visibility 103
- comment 0 komentar

MENTOK – Divisi Pengolahan dan Peleburan PT Timah menyambut kunjungan edukatif 45 pelajar beserta guru dari Madrasah Aliyah Swasta Terpadu Bina Insan Cendikia Mentok, Rabu (4/9/2024).
Kunjungan tersebut adalah bagian dari program studi lapangan, yang dirancang guna memperdalam pengetahuan siswa, dalam mata pelajaran ekonomi, fisika dan kimia.
Anggota holding industri pertambangan MIND ID itu tak hanya memberikan wawasan baru bagi para pelajar, akan tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan.
Saat PT Timah memaparkan proses Pengolahan dan Peleburan Timah, para siswa sangat antusias mendengarkan paparan tersebut.
Kepala Madrasah Aliyah Swasta Bina Insan Cendikia, Ratna Wardani, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan implementasi program sekolah pembelajaran inovatif, yang dilaksanakan di luar sekolah.
“Kami percaya bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Dengan melihat langsung proses industri, siswa dapat lebih memahami materi pelajaran seperti ekonomi, fisika, dan kimia dalam konteks praktis,” ujar Ratna.
“Terimakasih kepada PT Timah, yang sudah peduli dengan pendidikan. Dua kali berkunjung ke sini, kami beserta anak didik selalu disambut baik,” katanya.
Salah satu siswa Madrasah Aliyah Swasta Bina Insan Cendikia, Repanita mengungkapkan rasa senangnya dan banyak mendapatkan ilmu baru tentang manajemen dan proses pengolahan timah, yang tak bisa dipelajari hanya dari buku setelah mengikuti kunjungan tersebut.
“Tentunya sangat beruntung sekali. Ada banyak ilmu baru yang kami dapatkan dari kunjungan hari ini,” jelas Repanita.
Siswa Madrasah Aliyah Swasta Bina Insan Cendikia lainnya, Ditasya, mengungkapkan hal senada. Ia mengaku terkesan dengan kunjungan tersebut.
“Ini adalah kunjungan pertama saya ke PT Timah. Saya senang karena bisa melihat bagaimana ilmu yang kami pelajari di madrasah, diterapkan di dunia nyata. Ini pengalaman baru yang sangat berharga,” kata Ditasya.
- Penulis:


