Pontie Wendrawati, Kartini Tangguh di Balik Automasi TSL Ausmelt PT Timah
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 21 Apr 2025
- visibility 74
- comment 0 komentar

Pontie Wendrawati, Kartini Tangguh di Balik Automasi TSL Ausmelt PT Timah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Di ruang kendali TSL Ausmelt PT Timah, jemari Pontie Wendrawati lincah menggerakkan mouse sementara matanya fokus memantau grafik dan deretan angka-angka di layar monitor. Sebagai Instrument Engineer sekaligus pelopor automasi TSL Ausmelt, kesehariannya dipenuhi tantangan dan tanggung jawab besar.
Perempuan kelahiran Bandung ini bergabung dengan PT Timah sejak 2019. Sejak itu pula, ia menjelma menjadi salah satu Kartini tangguh di dunia pertambangan yang identik dengan dominasi laki-laki.
Pontie, begitu ia biasa disapa, tak hanya jatuh cinta pada pekerjaannya, tapi juga merasa tertantang dengan lingkungan kerja yang penuh dinamika.
“Saya memang sudah terbiasa terlibat dalam pekerjaan atau proyek yang didominasi laki-laki, tapi ini pengalaman pertama saya di sektor mining. Saya tertarik bergabung di PT Timah karena ini proyek Ausmelt pertama di Indonesia, bahkan di Asia. Itu cukup menarik buat saya dan saya mau belajar lebih dalam,” ujarnya pekan lalu.
Ia mengingat momen awal saat melamar kerja sebagai satu-satunya perempuan dalam seleksi Instrument Engineer. Tak disangka, ia lah yang terpilih dan dipercaya untuk terlibat langsung dalam proses transisi teknologi peleburan PT Timah menggunakan sistem TSL Ausmelt.
Salah satu pengalaman paling membekas bagi Pontie adalah ketika harus merayakan Idulfitri di Melbourne, Australia, karena menjalani pelatihan teknologi TSL Ausmelt di tengah pandemi Covid-19.
“Pengalaman berkesan banyak sekali. Saya terlibat di TSL Ausmelt sejak masih proyek hingga kini beroperasi. Salah satunya saat training di Melbourne, bertepatan dengan puasa Ramadan dan Idulfitri. Kami hanya sempat Salat Ied dan sarapan pagi, lalu langsung lanjut training,” kenangnya.
Sebagai Instrument Engineer, Pontie memikul tanggung jawab besar. Ia harus siap siaga ketika terjadi kendala pada sistem kendali proses (PCS) TSL Ausmelt. Tugasnya meliputi monitoring thermocouple pada furnace, evaluasi dan estimasi penggantian spare thermocouple, hingga membantu tim operasional dalam troubleshooting PCS serta berbagi pengetahuan terkait penggunaannya.
Ia juga mengaku bangga pernah menyambut Presiden Joko Widodo di Ruang PCS saat kunjungan ke TSL Ausmelt.
“Momen paling membanggakan saya adalah bisa menyambut Pak Presiden Jokowi di Control Room ini,” katanya sambil tersenyum.
Pontie mengakui, bekerja di industri tambang menuntutnya menyesuaikan gaya komunikasi dan koordinasi dengan rekan-rekan kerja yang sebagian besar laki-laki. Namun ia bersyukur berada di lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung.
“Jangan pernah takut bekerja di dunia tambang yang didominasi laki-laki. Kita bisa menjalaninya, yang penting komunikasi dan koordinasi. Saya bersyukur karena lingkungan kerja di sini saling mendukung. Selama lebih dari enam tahun, saya tetap merasa in touch dengan bapak-bapak operasional karena komunikasi kami intens. Saya support mereka dan saya mencintai pekerjaan ini,” ujarnya.
Baginya, prinsip utama dalam bekerja di industri berisiko tinggi seperti pertambangan adalah keselamatan. Ia selalu mengingatkan diri untuk menomorsatukan aspek keamanan dan menjaga semangat dengan caranya sendiri.
“Prinsip yang saya tanamkan itu safety first karena pekerjaan kami high risk. Kalau kadang lagi tidak semangat, saya punya moodbooster, saya bilang ke diri saya mau travelling. Itu bisa menyemangati diri sendiri,” katanya.
Dalam momen Hari Kartini 2025 ini, Pontie mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk tetap tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Selamat Hari Kartini untuk perempuan Indonesia, tetap tangguh dan tetap beradaptasi menghadapi segala situasi. Terus berjuang dan semangat,” tutupnya.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


