Erwandy Soroti Urgensi Pelestarian Budaya Melayu di Tengah Derasnya Arus Digitalisasi
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 22 Mei 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

Erwandy Soroti Urgensi Pelestarian Budaya Melayu di Tengah Derasnya Arus Digitalisasi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menyoroti pentingnya pelestarian budaya Melayu di tengah derasnya arus digitalisasi yang berpotensi mengikis kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Hal ini diungkapkannya, usai mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang, Akhmad Subekti, membuka gelaran Festival Budaya Melayu Pengkal Betamat, di Masjid Agung Kubah Timah, Kamis (22/5/2025).
“Sekarang ini kita sedang menghadapi disruption digitalisasi yang luar biasa. Anak-anak kadang buta terhadap budaya yang ada di Pangkalpinang, di Bangka Belitung khususnya. Kita harus menggerakkan mereka agar paham, peduli, dan mencintai budaya kita,” tegas Erwandy.
Erwandy menambahkan, pelestarian budaya Melayu bukan sekadar warisan, tetapi juga bagian dari identitas mayoritas masyarakat Bangka Belitung.
“Kita di Bangka Belitung ini 80 persen penduduknya adalah orang Melayu. Maka, kita wajib mengembangkan budaya Melayu agar tetap hidup dan eksis,” tegasnya.
Disamping itu, ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya literasi Al-Qur’an di Indonesia. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sebanyak 72 persen warga Indonesia masih tergolong buta aksara Al-Qur’an.
“Kita di Bangka Belitung, di Kota Pangkalpinang ini, insyaaAllah sedang berupaya mengurangi angka itu. Kita harapkan persentase buta aksara itu semakin menurun. Program ini sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Wali Kota Pak Zulkarnain Karim,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara Khataman Al-Qur’an Berjamaah atau Festival Melayu Pengkal Betamat yang diinisiasi oleh Disdikbud Pangkalpinang tersebut, diikuti lebih dari 400 siswa dari 46 sekolah dasar (SD) se-Kota Pangkalpinang.
Kegiatan ini diisi dengan serangkaian acara, seperti Telok Seroja, festival kebudayaan Melayu, seni melukis, dan kegiatan lain yang mengandung nilai-nilai keislaman.
- Penulis: admin


