Breaking News
light_mode
Beranda » ARTIKEL » Hormat Digital, Kepercayaan Manual

Hormat Digital, Kepercayaan Manual

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Hormat Digital, Kepercayaan Manual

Oleh: Yudhistira Jaya Suprana (Warga Negara Indonesia yang Hidup di Media Online DOORSTOP ID)

Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 mungkin akan dikenang bukan karena lonjakan reformasi pelayanan kepolisian, tetapi karena barisan robot berseragam yang berdiri kaku memberi hormat.

Sebanyak 30 robot, yang terdiri dari 10 robot humanoid, 13 robodog dan 7 robot penjinak bom, ditampilkan dalam parade resmi di Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025 lalu.

Momen itu, disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, jajaran pejabat negara dan publik yang dibuat takjub oleh irama teknologi yang tampil begitu futuristik.

Polri sendiri menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi smart policing, sebuah pendekatan yang memadukan pemanfaatan teknologi untuk mendukung tugas pelayanan publik dan keamanan.

Mengutip dari laman Tirto.id (1/7/2025), Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo, menjelaskan bahwa robot-robot tersebut, masih dalam tahap uji coba dan akan menjalani tiga tahapan pengembangan hingga dapat diterapkan di lapangan secara bertahap, termasuk dalam pelayanan Samsat, SPKT dan patroli umum.

Sebagai inovasi, hal ini memang pantas diapresiasi. Namun publik tak bisa begitu saja melupakan persoalan lama yang hingga kini masih jadi pekerjaan rumah Polri.

Di balik euforia parade robot, muncul suara-suara sinis di ruang publik. Banyak yang mempertanyakan efektivitas robot jika pelayanan dasar seperti pengurusan surat kehilangan, penanganan kasus kekerasan, hingga tindak lanjut aduan masyarakat masih tersendat.

Komentar warganet bahkan langsung membanjiri kanal YouTube resmi milik Divisi Humas Polri. Mengutip kolom komentar dalam video “HUT Bhayangkara ke-79: Robot Polisi Hadir di Monas” yang diunggah di kanal Tribrata TV (1/7/2025).

Beberapa pengguna menanggapi parade robot dengan nada getir. Seorang pengguna menulis;

“Robotnya keren, tapi bikin surat kehilangan masih disuruh bolak-balik.”

Komentar lainnya lebih tajam:

“Lapor kekerasan malah diminta mediasi, ini robot buat apa?”

Pernyataan itu bukan sekadar keluhan spontan, melainkan cerminan skeptisisme publik terhadap prioritas Polri.

Kritik seperti ini, meski terdengar nyinyir, menunjukkan bahwa masyarakat tidak menolak teknologi. Mereka hanya lelah melihat inovasi yang tak menyentuh akar persoalan.

Survei dari Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Mei 2025 memperlihatkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 73,2 persen.

Mengutip laporan Kompas.com pada (28/5/2025) lalu, survei ini melibatkan 1.200 responden secara nasional dengan margin of error ±2,9 persen. Polri memang menunjukkan kemajuan, tetapi masih tertinggal dari institusi lain seperti TNI (93 persen) dan Presiden (85 persen).

Angka-angka ini cukup untuk menjadi cermin, bahwa teknologi mungkin membuat citra lebih terang, tapi tidak selalu memperdalam kepercayaan.

Robot memang tak pernah tidur, tak minta uang bensin dan tak pernah meminta “uang rokok”. Tapi robot tidak bisa mendengarkan curhat korban kekerasan, tidak bisa memahami trauma dan tak mungkin menjemput laporan warga ke pelosok. Robot bisa disetel, namun sayangnya, rasa keadilan tidak demikian.

Jika robot hanya digunakan sebagai alat seremonial, maka publik akan menganggapnya sekadar alat pencitraan. Masyarakat ingin perubahan yang nyata, yang bisa dirasakan, bukan sekadar disaksikan.

Mengacu dari pernyataan Irwasum Polri tadi, sudah benar robot-robot itu ditempatkan di titik-titik pelayanan publik yang membutuhkan efisiensi dan transparansi seperti SPKT, Samsat, hingga pos pengaduan kekerasan berbasis gender.

Yaa sebagai masyarakat, kita semua tinggal menunggu, kapan itu semua akan terealisasi. Semoga, rencana tak menjadi wacana.

Kemudian, ada lagi hal yang lebih penting dari sekadar kehadiran robot, yakni pembenahan karakter dan etika polisi manusia. Memang itu merupakan hal kecil bagi sebagian orang.

Namun, sebelum fasih berbicara soal algoritma dan kecerdasan buatan, Polri tentunya perlu memastikan bahwa polisi yang bernyawa, sudah benar-benar bekerja dengan nurani.

Mengutip kembali penjelasan Dedi Prasetyo di Tirto.id, kehadiran robot bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk melengkapi.

Sebagai penulis, jujur saja saya kagum dengan langkah Polri ini. Tapi kekaguman, tidak boleh membuat kita lupa pada kenyataan.

Inovasi teknologi bukanlah pencapaian tertinggi jika rasa aman dan keadilan belum hadir secara merata. Sebab, robot bisa memberi hormat, tapi hanya manusia yang bisa membuat rakyat merasa dihormati.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Bangka Selatan Targetkan 22 Raperda Tahun 2025, Fokus Ekonomi Kreatif hingga Keamanan Pangan

    DPRD Bangka Selatan Targetkan 22 Raperda Tahun 2025, Fokus Ekonomi Kreatif hingga Keamanan Pangan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DPRD Bangka Selatan Targetkan 22 Raperda Tahun 2025, Fokus Ekonomi Kreatif hingga Keamanan Pangan DOORSTOP.ID, TOBOALI — DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mencatat capaian legislasi sebanyak 10 peraturan daerah (perda) sepanjang 2024. Dari jumlah itu, dua di antaranya merupakan perda inisiatif yang lahir dari gagasan DPRD. “Ada 10 peraturan daerah yang kita sahkan di tahun 2024 […]

  • Nuklir Jadi Pilar Transisi Energi Indonesia hingga 2060 dan Penggerak Industrialisasi Nasional

    Nuklir Jadi Pilar Transisi Energi Indonesia hingga 2060 dan Penggerak Industrialisasi Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Nuklir Dinilai Mampu Perkuat Ketahanan Energi DOORSTOP.ID, TANGERANG SELATAN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa energi nuklir beremisi karbon rendah dan berdensitas (kepadatan massa;red) energi tinggi berpotensi menjadi penopang transisi energi Indonesia. Hal itu memenuhi kebutuhan listrik yang diproyeksikan meningkat hingga 2060, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penggerak industrialisasi nasional. Kepala Pusat […]

  • Jadwal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Babel Terpilih Masih Menunggu Arahan Kemendagri

    Jadwal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Babel Terpilih Masih Menunggu Arahan Kemendagri

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Jadwal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Babel Terpilih Masih Menunggu Arahan Kemendagri DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Jadwal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terpilih periode 2025-2030, yakni Hidayat Arsani dan Hellyana, hingga kini belum bisa dipastikan, dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2025 mendatang. Terkait hal itu, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Kepulauan Babel, […]

  • Prof Udin Ajak IKA FKPI UNSRI Berkontribusi Luas Tak Hanya di Babel

    Prof Udin Ajak IKA FKPI UNSRI Berkontribusi Luas Tak Hanya di Babel

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Prof Udin Ajak IKA FKPI UNSRI Berkontribusi Luas Tak Hanya di Babel DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) wilayah Kepulauan Bangka Belitung periode 2026-2030, resmi dikuukuhkan di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu pagi (16/5/2026). Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof […]

  • PAD Pangkalpinang Lampaui Target 111 Persen pada 2025, Wali Kota Sebut Ditopang Pajak dan Retribusi Daerah

    PAD Pangkalpinang Lampaui Target 111 Persen pada 2025, Wali Kota Sebut Ditopang Pajak dan Retribusi Daerah

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    PAD Pangkalpinang Lampaui Target 111 Persen pada 2025, Wali Kota Sebut Ditopang Pajak dan Retribusi Daerah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang pada Tahun Anggaran 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target sebesar Rp239,425 miliar, realisasi PAD mencapai Rp267,128 miliar atau 111,57 persen. Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin […]

  • Natalius Pigai: Media Massa Harus Berani Kritik Pemerintah untuk Kemajuan Bangsa

    Natalius Pigai: Media Massa Harus Berani Kritik Pemerintah untuk Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, SAMARINDA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya peran media massa dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Natalius Pigai mengharapkan, media dapat mengisi kekosongan yang belum mampu diisi oleh pemerintah, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ke-3 di Hotel Aston, […]

expand_less