Penurunan Stunting Capai Target Nasional, DP3AKB Pangkalpinang Siapkan Langkah Lanjutan
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 29 Jul 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar

Penurunan Stunting Capai Target Nasional, DP3AKB Pangkalpinang Siapkan Langkah Lanjutan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencatat capaian signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang berhasil ditekan dari 20,6% pada 2023 menjadi 14,4% di 2024, atau turun sebesar 6,2%.
Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyampaikan bahwa capaian tersebut sudah sesuai dengan target nasional yang ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024.
“Alhamdulillah, target nasional telah kita capai. Ini merupakan hasil dari kerja sama lintas sektor, mulai dari pendampingan keluarga, penguatan intervensi, hingga koordinasi dengan OPD dan stakeholder lainnya,” ujar Agustu usai Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kota Pangkalpinang, Senin (29/7/2025).
Meski target nasional telah tercapai, ia menyebut bahwa Pemkot Pangkalpinang tetap melanjutkan upaya pencegahan dan penanganan stunting sebagai bagian dari agenda prioritas nasional hingga tahun 2029. Hal ini sejalan dengan arahan dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas P3S) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
“Kami menyiapkan langkah lanjutan melalui berbagai kegiatan strategis, termasuk rapat mini lokakarya stunting tingkat kecamatan, penguatan peran Tim Pendamping Keluarga, serta evaluasi berkala terhadap kelompok sasaran,” jelas Agustu.
Hingga Juli 2025, pendampingan telah dilakukan terhadap 6.160 sasaran, dengan 1.725 orang di antaranya teridentifikasi masuk dalam kategori berisiko. Adapun rincian kelompok sasaran yang didampingi yaitu:
- Catin: 97 didampingi, 44 berisiko
- Bumil: 1.022 didampingi, 542 berisiko
- Bufas: 560 didampingi, 241 berisiko
- Balita dan baduta: 2.756 didampingi, 898 berisiko
“Data ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan, agar setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berbasis kondisi lapangan,” tegasnya.
Agustu juga menambahkan, dalam pelaksanaannya, DP3AKB senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan sektor lainnya untuk memastikan integrasi program, baik intervensi sensitif maupun spesifik.
“Melalui forum koordinasi seperti hari ini, kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyampaikan program, membahas kendala, serta menyusun langkah tindak lanjut yang lebih konkret dan kolaboratif,” pungkas Agustu.
- Penulis: admin


