Pemkot Pangkalpinang Audiensi ke Kemensos, Dorong Realisasi Sekolah Rakyat 2026–2027
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 94
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Audiensi ke Kemensos, Dorong Realisasi Sekolah Rakyat 2026–2027
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong terwujudnya Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan ekstrem di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya itu ditandai dengan audiensi bersama Kementerian Sosial RI di Jakarta, Jumat (12/9/2025) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Bakeuda menyerahkan proposal pembangunan Sekolah Rakyat. Dokumen itu diterima langsung oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Pengembangan dan Pelatihan Aparatur di Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat (Sekber).
Mie Go menjelaskan, pemerintah kota telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, yang sesuai prototipe ideal Kementerian PUPR.
“Kami berharap pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa terealisasi pada tahun 2026–2027,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang menambahkan, Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan sasaran anak-anak yang belum bersekolah maupun yang putus sekolah. Fokus utama diarahkan pada kelompok masyarakat di Desil I dan Desil II atau keluarga prasejahtera.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Pengembangan dan Pelatihan Aparatur, Alif Kamal, memberikan apresiasi atas langkah Pemkot Pangkalpinang. Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat sejalan dengan arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
“Program ini akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota untuk memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi penerus yang unggul,” kata Alif.
Ia menegaskan, hasil audiensi ini akan segera dilaporkan kepada Menteri Sosial dan Kementerian PUPR. Setelah itu, akan dilakukan survei lokasi di Pangkalpinang.
“Semoga program ini menjadi harapan baru dalam memberikan pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera di Indonesia,” ujarnya.
- Penulis: admin


