Babel Dapat Rp50,45 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Abdul Mu’ti: Anggaran Bisa Bertambah
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 2 Jul 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar

Babel Dapat Rp50,45 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Abdul Mu’ti: Anggaran Bisa Bertambah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menerima program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026. Pemerintah pusat mengucurkan dana awal sebesar Rp50,45 miliar untuk memperbaiki 58 satuan pendidikan di wilayah tersebut.
Hal ini diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, usai meresmikan program revitalisasi sekolah di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis siang (2/7/2026). Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah.
“Untuk di Kepulauan Bangka Belitung, tahun 2026 untuk sementara kami akan membangun sebanyak 58 satuan pendidikan dengan nilai bantuan Rp50,45 miliar. Ini masih menggunakan anggaran yang lama, yang teralokasi sebelum adanya tambahan anggaran. Insyaallah nanti setelah ada tambahan, jumlahnya bisa meningkat,” ujar Abdul Mu’ti kepada media.
Saat ini, pemerintah pusat tengah menunggu pencairan tambahan anggaran untuk program revitalisasi yang membidik sekitar 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Secara nasional, Kemendikdasmen menargetkan perbaikan 71.744 satuan pendidikan pada 2026 guna mendukung Asta Cita Presiden yang ke-4 dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bermutu.
Untuk wilayah Kota Pangkalpinang, Abdul Mu’ti merinci ada empat sekolah yang masuk dalam daftar penerima bantuan tahap awal dengan total anggaran Rp3.244.460.191. Ia memastikan proses administrasi keuangan sudah berjalan.
“Transfer tahap pertama sudah mulai dilakukan dan mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berjalan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tambahnya.
Sementara itu, Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan jatah perbaikan untuk tujuh satuan pendidikan. Anggaran yang disiapkan untuk wilayah tersebut mencapai kisaran Rp6,9 miliar.
Menjawab pertanyaan mengenai kriteria penerima, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan sekolah di wilayah terdampak bencana alam, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. Wilayah pascabencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi fokus utama nasional sebelum menyasar sekolah dengan kebutuhan mendesak di daerah lain.
Selain itu, program tahun ini juga menyasar Taman Kanak-kanak (TK) sebagai langkah awal mendukung program wajib belajar 13 tahun. Berbeda dari tahun sebelumnya, ruang lingkup bantuan kali ini jauh lebih komprehensif.
“Tahun ini bantuan revitalisasi lebih lengkap. Tidak hanya untuk ruang kelas, tetapi juga dapat digunakan membangun pagar sekolah, sumur, tempat ibadah, hingga sarana pendukung pembelajaran lainnya,” papar Abdul Mu’ti.
Pemerintah sengaja memperluas cakupan perbaikan agar sekolah bisa berbenah secara total tanpa setengah-setengah.
“Dengan begitu, revitalisasi tidak hanya memperbaiki sebagian kecil bangunan sekolah, tetapi benar-benar menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” tutupnya. (Hr)
- Penulis: admin


