Di Akhir Masa Jabatannya, Budi Utama Resmikan Panggung Literasi dan Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 12 Jan 2025
- visibility 102
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, resmi membuka Panggung Literasi Taman Sari dan Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim yang terletak di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang, Minggu (12/1/2025). Peresmian ini sekaligus menjadi salah satu capaian penting di penghujung masa jabatannya.
“Alhamdulillah di akhir masa jabatan kami sebagai penjabat wali kota Pangkalpinang, selama 5 bulan 13 hari, kita meresmikan panggung literasi Taman Sari dan nama perpustakaan umum Zulkarnain Karim.” ujar Budi kepada wartawan.
Budi menegaskan bahwa penamaan perpustakaan ini merupakan penghormatan kepada Zulkarnain Karim, mantan Wali Kota Pangkalpinang dua periode yang ia anggap telah berjasa besar.
“Bagi kami, beliau adalah sosok orang yang hebat, pernah memimpin dua periode Pangkalpinang. Sudah selayaknya nama beliau kita jadikan nama perpustakaan ini. Kami besar di bawah didikan beliau, jadi setidak-tidaknya ini adalah wujud penghormatan saya untuk beliau,” tambahnya.
Selain itu, Budi mengungkapkan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari visi menjadikan Pangkalpinang sebagai kota sejarah. Ia menyebut ada rencana untuk mengganti beberapa nama jalan peninggalan Belanda dengan nama yang memiliki nilai sejarah lokal.
“Ada beberapa jalan yang harus kita sesuaikan, termasuk beberapa nama lama yang belum kita letakkan. Pangkalpinang ini tujuannya adalah menjadi kota sejarah,” jelasnya.
Disamping itu, Budi juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan literasi masyarakat Pangkalpinang. Menurut data perpustakaan nasional, angka literasi di Pangkalpinang naik dari 71% menjadi 84%. Namun, ia mengingatkan bahwa di era digital ini, buku fisik tetaplah relevan.
“Kita enggak bisa sepenuhnya digital, tapi buku fisik itu tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Saya sendiri hobi membaca, seminggu bisa tiga kali datang ke perpustakaan ini. Gedung perpustakaan kita sekarang sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya Panggung Literasi Taman Sari sebagai fasilitas pendukung berbagai kegiatan edukasi seperti lomba membaca, puisi, dan dongeng, yang selama ini harus menyewa tempat di hotel.
“Dengan adanya panggung literasi ini, anak-anak kita bisa menggunakan fasilitas ini secara gratis untuk kegiatan positif,” tuturnya.
Budi juga menjelaskan sistem target perpustakaan yang tidak hanya fokus pada kunjungan, tetapi juga aktivitas membaca dan peminjaman buku. “Target kunjungan dan membaca itu berbeda. Kalau dia hanya berkunjung itu bagus, tetapi kalau membaca sekaligus meminjam buku, itu yang kita harapkan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga berharap fasilitas baru ini dapat menjadi pusat kegiatan literasi dan seni yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya harap jumlah kunjungan bisa meningkat karena perpustakaan ini sudah sangat representatif, apalagi dengan adanya panggung literasi,” tutup Budi.
Peresmian ini juga menandai pencapaian besar bagi Kota Pangkalpinang sekaligus warisan yang ditinggalkan oleh Budi Utama sebelum masa jabatannya berakhir.
- Penulis: admin


