Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

DOORSTOP.ID, BANGKA — Siapa mencintai alam, tak akan membangun monumen. Hidup hanya untuk mencukupi, tak berlebih-lebihan, sebab prinsip melekat dengan alam jauh lebih penting. Karl Polanyi, salah satu pemikir ekonomi terbesar abad 20 menyebut cara hidup demikian sebagai suatu sistem sosial-ekonomi subsisten.

Di Bangka Belitung, kebudayaan dimulai dengan derap kaki menancap di ladang, atau tangan menjalin joran dan kail, atau tubuh yang mandi lumpur. Para antropolog dari era kolonial hingga kontemporer membagi masyarakat Bangka Belitung ke dalam 3 (tiga) kategori besar: orang bukit, orang darat, dan orang laut. Semua kategori punya mode produksi masing-masing.

Ekspresi kebudayaan semacam itu menguat dalam peribahasa “asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam belanga”. Ada asam, ada garam semua terbagi-bagi; manusia dikelompokkan ke dalam unit kerja berbeda. Ada kelompok manusia yang menghasilkan asam di dataran tinggi; ada yang menghasilkan garam di pesisir pantai—mereka bertemu untuk bertukar; garam ditukar asam, ikan ditukar rempah. Struktur dan sistem sosial yang kompleks itulah cikal bakal ‘belanga’, apa yang hari ini kita sebut “Kepulauan Bangka Belitung”.

Anthony Giddens, dalam bukunya yang berjudul The Consequences of Modernity, mengasumsikan modernisme tak ubah ‘kereta baja’ (juggernaut) yang tak terkendali dan melibas segala apa yang ada di hadapan. Orang-orang dipaksa untuk bersepakat, lewat alat tukar yang sama, lewat uang, lewat cap mana yang modern dan tidak modern.

Mode produksi dalam aspek ekonomi berubah, standar sosial bergeser, nilai-nilai budaya mengalami komodifikasi. Tapi, kita tahu, tiap gelombang perubahan besar terjadi selalu ada elemen yang luput dan tidak berubah.

“Kami semua yang ada di sini, akan tetap menjaga alam, menjaga hutan yang makin hari makin tergerus,” ungkap Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih, dalam Ritual Adat Nujuh Jerami, di Kampung Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka pada 29 April 2026.

Kenyataannya, dalam catatan ekspedisi 1803 seorang Kolonial Belanda bernama Boogart, mereka memang sudah di situ. Dunia berubah, Hindia-Belanda kembali ke Eropa yang gersang, Indonesia Raya berkumandang, rezim berganti, dan mereka tetap di situ. Tapi, sampai kapan?

“Sampai hayat tak dikandung badan, bang!” Kata-kata itu diucapkan Jojo, salah seorang penghayat Adat Mapur yang senang guyon dan murah senyum.

Jojo berkisah, selain mereka yang berjumlah 100an jiwa dan menetap di Dusun Aik Abik, ada 150an sanak-saudara mereka yang masih hidup berpindah-pindah di Hutan Pejem.

“Mereka, seperti kami, juga sekolah. Bahkan ada beberapa yang sampai kuliah. Kami sering bertemu mereka kalau mau ada yang ditukar,” cerita Jojo.

Kebudayaan tak pernah konstan dan kekal, melainkan selalu dibentuk dan terbentuk oleh sederet penyesuaian. Charles Darwin, dalam The Origins of Species, tak pernah mengatakan bahwa yang kuatlah yang bertahan sebagaimana yang diyakini orang-orang dalam semboyan ‘the survival of the fittest’. Bukan yang kuat yang bertahan, menurut Darwin, melainkan yang mampu menyesuaikan dengan perubahan kosmik yang akan bertahan hingga akhir.

“Kami sudah melakukan Ritual Adat Nujuh Jerami ini sejak zaman kakek-nenek. Mungkin bisa lebih lama lagi. Bedanya mulai tahun 2017 sejak ada bantuan PT TIMAH banyak yang melihat, banyak yang tanya-tanya. Jadi sekarang lebih meriah karena ada pengeras suara, foto-foto, orang luar datang untuk nonton,” ujarnya.

Kini, ada kecenderungan manusia modern abad 21 untuk melihat adat dan tradisi sebagai sebentuk kebudayaan tinggi, yang seolah-olah berawal dan berakhir di warung kopi, etalase galeri, ruang-ruang seminar, dan naskah akademik. Kebudayaan jadi sesuatu yang senantiasa asyik untuk ditonton dan diperbincangkan, bukan dihayati.

Suka atau tidak, cara paling bijak untuk melestarikan kebudayaan adalah dengan membersamai masyarakat adat. PT TIMAH telah melakukan hal itu, berulang kali, sejak lama.

Seperti yang dituturkan Jojo, ritual Nujuh Jerami kian dikenal luas setelah mendapat dukungan dari PT TIMAH. Namun, yang dijaga bukan semata sebuah upacara, melainkan ingatan kolektif yang hidup di dalamnya jejak sejarah, nilai, dan cara pandang masyarakat adat terhadap alam dan kehidupan.

Ikhtiar itu mula-mula diwujudkan melalui buku Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah. PT TIMAH tidak hanya mendukung proses penulisannya, tetapi juga mengantarkan kisah-kisah masyarakat Adat Mapur ke berbagai sekolah. Dari ruang-ruang kelas, cerita yang dahulu beredar dari mulut ke mulut kini menjelma bahan literasi kebudayaan, agar generasi muda mengenal akar yang menumbuhkan mereka.

Langkah itu kemudian berlanjut pada upaya merawat tradisi dalam bentuk yang lebih nyata, melalui hadirnya Kampung Adat Gebong Memarong sebuah ruang belajar budaya yang menampilkan rumah tradisional masyarakat Adat Mapur. Bagi masyarakat Mapur, memarong bukan sekadar bangunan; ia adalah rumah, tempat kenangan berdiam, tempat adat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Memarong dibangun dari kayu-kayu pilihan yang diikat rapat dengan bilah rotan, tanpa sebatang paku pun. Lantainya tersusun dari belahan kayu ibul atau nibung yang dijalin dengan rotan tunggal. Dindingnya berasal dari kulit kayu, sementara atapnya bertudung daun nipah atau rumbia. Pada tiap bagiannya, memarong menyimpan pengetahuan lama tentang bagaimana manusia hidup bersahabat dengan alam, mengambil secukupnya, lalu mengembalikannya dengan hormat.

Melihat potensi yang terus tumbuh, PT TIMAH tidak berhenti pada pelestarian simbolik. Perusahaan ini turut menyiapkan masyarakat adat agar denyut kehidupan di Kampung Adat Gebong Memarong tetap menyala dan memberi manfaat nyata. Pelatihan membatik digelar, alat tenun disediakan, warga dibekali kemampuan menjadi pemandu wisata, hingga kawasan ini diperkenalkan kepada para tamu perusahaan.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong tidak hanya menjadi penjaga tradisi. Ia telah tumbuh menjadi ruang hidup yang menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus tempat belajar bagi ribuan pelajar yang datang menelusuri jejak sejarah.

Di sana, masa lalu tidak dibiarkan menjadi sunyi. Ia terus dihidupkan dan PT TIMAH telah lama berjalan bersama upaya itu, setia membersamai langkah-langkah kecil yang menjaga warisan agar tetap bernapas hingga hari ini. (*)

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akademisi UBB Bekali Pelajar SMPN 3 Gantung Literasi Digital dan Hukum

    Akademisi UBB Bekali Pelajar SMPN 3 Gantung Literasi Digital dan Hukum

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Akademisi UBB Bekali Pelajar SMPN 3 Gantung Literasi Digital dan Hukum DOORSTOP.ID, BELITUNG — Tim akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB) membekali puluhan pelajar SMP Negeri 3 Gantung, Kabupaten Belitung Timur, dengan pemahaman literasi digital dan kesadaran hukum, Selasa (14/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen nyata kampus dalam membangun generasi muda yang cakap dan bertanggung […]

  • Pemkot Pangkalpinang Lepas 257 Calon Jemaah Haji di Masjid Agung Kubah Timah

    Pemkot Pangkalpinang Lepas 257 Calon Jemaah Haji di Masjid Agung Kubah Timah

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Pemkot Pangkalpinang Lepas 257 Calon Jemaah Haji di Masjid Agung Kubah Timah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sebanyak 257 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Pangkalpinang secara resmi dilepas oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang di Masjid Agung Kubah Timah, Sabtu (10/5/2025) sore. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya Masjid Agung Kubah […]

  • Tiket HajatanSOB Masih Tersedia di Lokasi Acara

    Tiket HajatanSOB Masih Tersedia di Lokasi Acara

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Bagi Anda yang belum memiliki tiket untuk konser akhir tahun HajatanSOB, ada kabar baik! Tiket masih dapat dibeli langsung di lokasi acara, Lapangan GOR Sahabudin, mulai pukul 08.00 hingga konser berlangsung. Konser HajatanSOB yang akan digelar pada 28 Desember 2024 ini akan menampilkan deretan musisi papan atas seperti Tulus, Nadin Amizah, Utopia […]

  • Pencuri Bonsai Senilai Puluhan Juta Diringkus Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang

    Pencuri Bonsai Senilai Puluhan Juta Diringkus Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pencuri Bonsai Senilai Puluhan Juta Diringkus Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, seorang buruh harian lepas berinisial HR alias Suhaili (37), warga Kelurahan Gerunggang, tak berkutik saat diringkus polisi pada Senin (9/3/2026). Residivis kasus narkoba tahun 2005 ini, ditangkap lantaran nekat menggasak […]

  • LKBB-PB MPR RI Resmi Digelar di Pangkalpinang, Diikuti 10 SMA/SMK se-Babel

    LKBB-PB MPR RI Resmi Digelar di Pangkalpinang, Diikuti 10 SMA/SMK se-Babel

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    LKBB-PB MPR RI Resmi Digelar di Pangkalpinang, Diikuti 10 SMA/SMK se-Babel DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Tingkat SMA Sederajat se-Bangka Belitung (Babel) 2026 yang diinisiasi oleh MPR RI resmi digelar di Kota Pangkalpinang, yang dipusatkan di Alun-alun Taman Merdeka, pada Minggu (31/5/2026). Sebanyak 10 SMA dan SMK sederajat dari berbagai […]

  • DEN Buka Peluang Kerja Sama Nuklir dengan Berbagai Negara

    DEN Buka Peluang Kerja Sama Nuklir dengan Berbagai Negara

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PLN dan Amerika Serikat Telah Bekerja Sama dalam Studi Penyiapan Pengembangan Nuklir DOORSTOP.ID, JAKARTA — Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara, seperti Amerika Serikat dan Rusia untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang tahap pertamanya ditargetkan beroperasi pada 2032. Berbicara pada Diskusi Panel “American Leadership in […]

expand_less