Diduga Telantarkan Pasien Hingga Meninggal, RS Siloam Bangka Minta Maaf
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 14 Feb 2025
- visibility 245
- comment 0 komentar

Diduga Telantarkan Pasien Hingga Meninggal, RS Siloam Bangka Minta Maaf
DOORSTOP.ID, BANGKA TENGAH — Manajemen RS Siloam Bangka menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pasien, yang diduga meninggal dunia akibat ditelantarkan oleh pihak rumah sakit tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan dalam mediasi yang berlangsung pada Kamis (13/2/2025) siang kemarin, yang dihadiri oleh BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Kabupaten Bangka Tengah.
Meskipun begitu, BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang menegaskan, bahwa sanksi tetap akan diberikan jika manajemen RS Siloam terbukti melakukan pelanggaran dalam pelayanan kepada pasien.
“Pihak rumah sakit tadi menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pasien. Tetapi, ada hal yang perlu kami investigasi lebih lanjut, yang melibatkan banyak pihak berupa perlunya audit mutu. Mekanismenya, kami akan melibatkan tim pencegahan kecurangan JKN Daerah yang di leading oleh Dinas Kesehatan,” ujar Aswalmi Gusmita, Kepala BPJS Kesehatan Pangkalpinang saat dikonfirmasi doorstop.id, Kamis (13/2/2025) malam.
“Jika memang ada pelanggaran dalam perjanjian kerja sama pelayanan pasien, tentu kami harus mengeluarkan sanksi,” imbuhnya.
Sejauh ini, lanjut Mita, dugaan pelanggaran yang sudah teridentifikasi adalah terkait iuran biaya. Pasien diminta membeli satu kantong darah dari total empat kantong yang dibutuhkan.
“Kami juga akan melakukan investigasi paralel dengan banyak pihak untuk memastikan apakah memang terjadi kelalaian yang menyebabkan pasien kehilangan nyawa,” ucapnya.
Sementara itu, saat dijumpai di kediamannya, salah satu anggota keluarga pasien membenarkan adanya permohonan maaf dari pihak manajemen rumah sakit tersebut.
“Iya, di saat mediasi tadi pihak rumah sakit minta maaf kepada kami,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang menunjukkan dugaan penelantaran pasien BPJS Kesehatan di RS Siloam Hospital, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, viral di media sosial pada Selasa (11/2/2025).
Dalam rekaman video tersebut, seorang wanita terdengar meluapkan kemarahannya kepada petugas rumah sakit, setelah orang tuanya yang mengalami sesak napas diduga tidak segera mendapatkan perawatan intensif.
Dalam video berdurasi kurang lebih 30 detik itu, wanita tersebut berteriak kepada petugas ICU, menuntut agar orang tuanya segera ditangani. Namun, pihak rumah sakit menyebut bahwa ruang ICU dalam kondisi penuh.
“Yang bilang ruang ICU penuh tadi siapa?, mama saya dari tadi malam kritis, dibilang ruang ICU sudah penuh. Tidak ada konfirmasi, percuma! Saya tuntut ini ya!,” teriak wanita dalam video.
Dalam unggahan video berikutnya, wanita itu mengatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia, yang menurutnya diakibatkan oleh lambannya penanganan di rumah sakit tersebut.
“Ini ya teman-teman, mama saya sekarang sudah menjadi mayat. Karena penanganan di rumah sakit Siloam Bangka yang terlalu lambat. Mereka bilang ruang ICU disini penuh ternyata masih tersedia,” sebut wanita itu sambil memvideokan orangtuanya yang telah wafat.
- Penulis: admin


