Juhaini: Data Inflasi Penting untuk Penentu Kebijakan Daerah
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 1 Agu 2025
- visibility 171
- comment 0 komentar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, dalam rapat rilis BRS periode Juli 2025 yang digelar di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Jumat (1/8/2025) siang.
Juhaini: Data Inflasi Penting untuk Penentu Kebijakan Daerah
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, mengapresiasi langkah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang yang secara konsisten merilis Berita Resmi Statistik (BRS). Ia menilai, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata BPS dalam menyosialisasikan data statistik serta meningkatkan literasi statistik bangsa.
“Data memiliki peran penting dalam pembangunan, baik dalam perencanaan, pemantauan maupun evaluasi kebijakan. Kesalahan dalam penggunaan data bisa menyebabkan perencanaan yang tidak berguna atau tidak tepat sasaran,” kata Juhaini dalam rapat rilis BRS periode Juli 2025 yang digelar di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Jumat (1/8/2025) siang.
Ia menegaskan, indikator makro seperti data inflasi yang dirilis BPS sangat penting sebagai dasar penyusunan program dan pengambilan keputusan strategis pemerintah daerah.
“Angka inflasi ini menggambarkan kecenderungan harga yang berkembang di masyarakat dan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menetapkan arah kebijakan,” ujarnya.
Juhaini menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan rilis inflasi bulanan oleh BPS, yang menurutnya bukan sekadar publikasi data, melainkan juga bentuk kolaborasi erat antara BPS dan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“BPS telah menunjukkan pelayanan publik yang prima dengan menyediakan dan mendiseminasikan data bagi para pengguna, terutama pemerintah kota. Ini adalah bagian dari implementasi reformasi birokrasi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi.
“Kebijakan pengendalian inflasi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi kuat dan evaluasi rutin untuk melihat efektivitasnya,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Juhaini menyampaikan bahwa rilis data inflasi hari ini memberi peluang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih stabil.
“Namun kita tetap harus waspada terhadap tantangan dan ketidakpastian yang bisa mengganggu stabilitas perekonomian ke depan,” pesannya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, ia optimistis tantangan dalam penanganan inflasi akan dapat diatasi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dalam rilis BRS hari ini. Indikator yang dirilis sangat bermanfaat untuk perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan ke depan,” pungkasnya.
Diketahui, inflasi Kota Pangkalpinang secara year-on-year (y-on-y) pada Juli 2025 tercatat mencapai 1,71 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40. Kenaikan ini terutama dipicu oleh kenaikan harga di sembilan kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik 4,29 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya yang melonjak 4,60 persen.
Beberapa komoditas yang memberi sumbangan besar terhadap inflasi tahunan ini antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, mie instan, rokok kretek mesin, minyak goreng, dan mobil.
- Penulis: admin


