PT Timah Tbk dan UGM Teken MoU Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 22 Feb 2025
- visibility 105
- comment 0 komentar

PT Timah Tbk dan UGM Teken MoU Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat
DOORSTOP.ID, YOGYAKARTA — PT Timah Tbk dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan oleh Direktur SDM PT Timah Tbk, Hendra Kusuma Wardana, dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA di Universitas Gadjah Mada, pada Jumat (21/2/2025).
Adapun ruang lingkup MoU ini meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelatihan yang terkait dengan sektor pertambangan timah dan industri berbasis mineral lainnya.
Kedua, penyelenggaraan kolaborasi riset, inovasi dan rekayasa teknologi, dan pengembangan sumber daya strategis untuk mendukung pengelolaan di bidang pertambangan timah dan industri berbasis mineral yang berkelanjutan.
Ketiga, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya dan peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Di kesempatan itu, Direktur SDM PT Timah, Hendra Kusuma menyampaikan MoU ini merupakan kerja sama strategis antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kolaborasi ini diharapkan akan membawa manfaat yang besar tidak hanya bagi kedua belah pihak, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Saat ini, kita berada pada titik yang sangat penting di mana dunia industri dan dunia akademik harus saling bersinergi menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki peran fundamental dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di dunia global,” ujar Hendra.
PT Timah Tbk sebagai sektor industri memberikan ruang yang lebih terbuka dalam penerapan ilmu pengetahuan dalam konteks praktis.
“Sinergitas seperti ini pada gilirannya akan mempercepat tercapainya inovasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kerja sama ada beberapa bidang yang akan difokuskan di antaranya pendidikan, yakni melalui program magang, pemberian beasiswa, pengembangan kurikulum yang berbasis kebutuhan industri, serta kuliah tamu yang melibatkan praktisi industri.
Lalu yang kedua adalah penelitian, yang melibatkan riset bersama untuk menghasilkan inovasi teknologi, solusi praktis bagi tantangan industri, serta publikasi ilmiah yang dapat memperkaya khasanah pengetahuan.
Yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat, yang meliputi program Corporate Social Responsibility (CSR) bersama, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menciptakan manfaat yang signifikan bagi masyarakat secara lebih luas. Kami juga berharap perusahaan dapat terus mendukung inisiatif-inisiatif akademik yang aplikatif, yang tidak hanya memberikan solusi bagi industri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro, menyambut baik MoU ataupun kerja sama antara kedua belah pihak ini di dalam pengembangan SDM di Indonesia.
Menurutnya, UGM selalu berupaya memastikan ilmu yang dikembangkan memiliki kebermanfaatan dan keberlanjutan bagi masyarakat, baik dalam menjaga alam maupun manusianya.
UGM bahkan terus memperluas relevansi pendidikan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, budaya, hukum, sosial, dan pengentasan kemiskinan.
“Dalam kurikulum baru, UGM akan meluncurkan lima program studi trans disiplin, yaitu kemaritiman, desain komunikasi visual, sustainability, metalurgi, dan kriminologi yang termasuk program pascasarjana baru,” ujarnya.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, kata Wening, mahasiswa UGM secara rutin telah menjalankan program pengabdian di berbagai daerah termasuk di Bangka Belitung, yang mencakup ketahanan pangan, energi, budaya, dan bahasa.
Beberapa program kerja yang dilaksanakan itu, guna mendukung program pertanian terpadu dan pemanfaatan inovasi teknologi.
“Kami menanam padi Gamagora untuk mendukung kedaulatan pangan, memanfaatkan biogas dari kotoran sapi untuk energi. Kami berharap program ini dapat diterapkan di Bangka Belitung melalui kerja sama ini,” harapnya.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


