Kick Off SMK Go Global di Pangkalpinang, 20 Peserta Tempa Skill Barista untuk Siap Kerja di Luar Negeri
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 3 Sep 2026
- visibility 74
- comment 0 komentar

Kick Off SMK Go Global di Pangkalpinang, 20 Peserta Tempa Skill Barista untuk Siap Kerja di Luar Negeri
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang resmi membuka program SMK Go Global di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan barista selama 3 bulan sebagai bekal agar bisa bersaing di dunia kerja internasional.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi calon tenaga kerja. Selain kemampuan teknis meracik kopi, peserta juga dibekali komunikasi dan keterampilan pendukung lainnya.
Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi daring. Mereka mendaftar dan mengunggah dokumen persyaratan. Setelah dinyatakan lolos, 20 orang berhak mengikuti pelatihan SMK Go Global di Pangkalpinang.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, mengatakan program ini merupakan ikhtiar bersama pemerintah menekan angka pengangguran di kota. Sepanjang satu tahun terakhir, Pemkot terus menggelar pelatihan bagi lulusan SMA dan SMK agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri.
“Ini adalah hasil dari ikhtiar kita bersama. Bagaimana kita harus mengatasi dan mengurangi pengangguran yang ada di Kota Pangkalpinang melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja,” kata Saparudin.
Saparudin mengapresiasi pemerintah pusat dan kementerian terkait yang memfasilitasi pelatihan ini untuk pemuda Pangkalpinang.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada kementerian yang telah memfasilitasi anak-anak Pangkalpinang untuk belajar menjadi seorang barista,” ujarnya.
Menurutnya, profesi barista memiliki prospek menjanjikan jika dikerjakan secara profesional, terutama di hotel-hotel besar.
“Barista itu kalau sudah memiliki kemampuan dan bekerja secara profesional, termasuk di hotel-hotel besar, tentu memiliki peluang penghasilan yang menjanjikan. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” katanya.
Ia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Belajarlah dengan serius dan persiapkan diri dengan baik. Kesempatan seperti ini harus benar-benar dimanfaatkan,” pesannya.
Saparudin menegaskan Pemkot Pangkalpinang akan terus mendukung peningkatan kualitas SDM dan pembukaan akses lapangan kerja. Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur resmi bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri agar terhindar dari praktik ilegal.
“Kami tentunya dari Pemerintah Kota Pangkalpinang akan terus memberikan dukungan. Kami juga ingin menghindari adanya pekerja migran yang ilegal,” tegasnya.
Ia berpesan agar peserta memiliki mental kuat menghadapi tantangan dunia kerja.
“Saya yakin adik-adik sudah mempersiapkan diri. Pesan saya, kalau nanti menghadapi tekanan atau tantangan, jangan mudah patah semangat. Harus kuat dan terus berjuang,” katanya.
Sementara itu, Eva, perwakilan pemerintah pusat melalui BP3MI Sumatera Selatan, menyebut SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia.
Wilayah kerja BP3MI Sumatera Selatan mencakup tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Pelaksanaan program di Pangkalpinang dilakukan melalui proses pendaftaran dan seleksi secara daring. Para peserta yang lolos kemudian mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan sesuai bidang kejuruan yang telah ditetapkan,” jelas Eva.
Setelah pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi. Mereka yang dinyatakan kompeten diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Pemerintah menargetkan program SMK Go Global menjadi langkah awal mencetak SDM Pangkalpinang yang memiliki keterampilan, kemampuan komunikasi, dan daya saing hingga tingkat internasional.
- Penulis: admin


