Komunitas Pejuang Tambang Rakyat Bangka Geruduk Kantor PT Timah, Desak Libatkan Masyarakat dalam Penambangan
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 29 Sep 2025
- visibility 131
- comment 0 komentar

Komunitas Pejuang Tambang Rakyat Bangka Geruduk Kantor PT Timah, Desak Libatkan Masyarakat dalam Penambangan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Puluhan massa yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Tambang Rakyat Bangka menggeruduk kantor pusat PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Senin siang (29/9/2025). Mereka datang untuk menyuarakan tuntutan agar masyarakat diberi kesempatan ikut serta dalam aktivitas penambangan resmi.
Aksi damai ini diikuti warga dari delapan desa yakni Kayu Besi, Mabat, Dalil, Puding, Sempan, Bukit Layang, Bakam, dan Mangka dengan jumlah sekitar 58 orang. Mereka tiba menggunakan tujuh unit kendaraan roda empat dan 15 unit kendaraan roda dua.
Koordinator aksi, Yadi Balok, menegaskan bahwa masyarakat hanya ingin kejelasan hukum agar bisa menambang dengan tenang.
“Alhamdulillah tuntutan kami sudah diterima. Tadi kami sudah beraudiensi dan hasilnya PT Timah menerima, dalam artian masyarakat dilibatkan dalam penambangan. Tapi harus sesuai aturan perusahaan,” tegas Yadi yang ditemui usai audiensi.
“Intinya kami tidak menolak aturan, justru kami ingin diberi ruang agar penambangan rakyat diatur secara resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa menambang dengan tenang, hasilnya jelas, dan semuanya dijual ke PT Timah,” imbuhnya.
Menanggapi aspirasi itu, GM Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Ryan Andri, bersama Kepala Divisi Wilayah Bangka Utara, Rahendra, menyatakan kesediaan perusahaan membuka ruang bagi masyarakat.
“Kami menyepakati bahwa masyarakat dari delapan desa dapat menambang di lahan HGU perkebunan kelapa sawit PT GML dengan ketentuan seluruh hasil tambang dijual ke PT Timah Tbk,” ujar Ryan.
Namun, PT Timah menegaskan kesepakatan tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut dari kementerian terkait.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara resmi,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, menyebut aksi ini berjalan kondusif dengan pengamanan ketat aparat.
Dikatakan Max, pihaknya bersama Dit Samapta Polda Babel menurunkan 235 personel gabungan. Dirinya memimpin langsung apel konsolidasi bersama jajaran pejabat utama Polresta, beserta perwira pengendali pengamanan di lapangan.
“Aksi damai berakhir sekitar pukul 11.30 siang, dan Alhamdulillah situasi kantor PT Timah tetap aman, tertib, dan kondusif,” tutupnya.
- Penulis: admin


